Saprahan dan Bepapas, Kearifan Melayu yang Menyatukan Orang dalam Kebersamaan

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:14 WIB
Sekretaris Komisi Komsos KWI, RD Petrus Noegroho Agoeng didampingi artis Lisa A. Riyanto menjalani tradisi “bepapas” saat penyambutan di Rumah Melayu, Jumat (29/05/2026) di Kota Pontianak. (Komsos KAP)
Sekretaris Komisi Komsos KWI, RD Petrus Noegroho Agoeng didampingi artis Lisa A. Riyanto menjalani tradisi “bepapas” saat penyambutan di Rumah Melayu, Jumat (29/05/2026) di Kota Pontianak. (Komsos KAP)

“Ketika suasana hati tenang dan kebersamaan terjalin, maka persoalan akan lebih mudah diselesaikan dengan musyawarah,” ujarnya.

Baca Juga: Bedah Bisnis: Mengapa Kafe Estetik Banyak yang Tumbang dalam Waktu Kurang dari 1 Tahun?

Filosofi itu lahir dari keyakinan bahwa percakapan yang dilakukan dalam suasana akrab akan membuka ruang saling memahami.

Perbedaan pendapat tidak dilihat sebagai ancaman, melainkan bagian dari proses menemukan jalan keluar bersama.

Bagi peserta PKSN XIII, nilai yang terkandung dalam saprahan terasa dekat dengan semangat komunikasi yang sedang mereka pelajari selama kegiatan berlangsung.

Komunikasi yang baik bukan hanya soal menyampaikan pesan, melainkan juga menciptakan ruang dialog yang memungkinkan orang saling mendengarkan dan memahami.

Di tengah kehidupan modern yang sering diwarnai perdebatan dan polarisasi, tradisi saprahan menawarkan pelajaran yang sederhana namun mendalam: persoalan akan lebih mudah diselesaikan ketika manusia duduk bersama sebagai sesama.

Kunjungan ke Rumah Melayu menjadi kesempatan bagi para pegiat media Gereja untuk melihat bahwa budaya lokal menyimpan banyak nilai yang tetap relevan hingga kini.

Tradisi tidak hanya menjaga identitas sebuah masyarakat, tetapi juga menawarkan kebijaksanaan yang dapat membantu menjawab tantangan kehidupan masa sekarang.

Melalui bepapas dan saprahan, masyarakat Melayu Kalimantan Barat menunjukkan bahwa penghormatan, persaudaraan, dan musyawarah merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X