Upacara Adat Dayak Ketungau Tesa'ek Sekadau, Pekan Gawai Dayak 2025

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 22:40 WIB
Upacara Adat Madah Gawai (Panita)
Upacara Adat Madah Gawai (Panita)

PONTIANAKGLOBE.COM | Sabtu 17 Mei 2025 — Besok, Minggu, 18 Mei 2025, Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-39 Kalimantan Barat secara resmi akan dibuka melalui rangkaian upacara adat Dayak Ketungau Tesa'ek Sekadau.

Prosesi pembukaan dimulai sejak pagi hari dan menjadi penanda dimulainya salah satu perayaan budaya terbesar masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.

Pukul 08.00 WIB, upacara adat Bepadah dan Bepinta'o akan digelar di Rumah Betang Sutoyo. Menurut Tumenggung Adat Ketungau Tesa'ek Sekadau, Andreas Yesun, upacara Bepadah merupakan tradisi untuk "bebilang" atau menyampaikan permohonan izin kepada Roh Rumah Betang agar pelaksanaan Gawai Dayak dapat berjalan dengan baik di Rumah Radangk.

Sementara Bepinta'o merupakan ritual memohon keselamatan, kelancaran, cuaca yang baik, serta perlindungan dari segala gangguan dan malapetaka selama perayaan berlangsung.

Kemudian, pada pukul 09.00 WIB, acara adat Madah Gawai akan dilaksanakan di Rumah Radangk. Madah Gawai merupakan bentuk pengumuman resmi kepada seluruh suku di Kalimantan bahwa perayaan Gawai akan segera dimulai.

Upacara adat itu bukan sekedar bersifat simbolis, tetapi menjadi ‘penegasan’ atas kebersamaan dan persatuan masyarakat Dayak dalam menjaga warisan budaya leluhur mereka.

Dokumentasi 16 Mei 2025 Misa Syukur.
Dokumentasi 16 Mei 2025 Misa Syukur. (Sekberkesda)

Harapan untuk Generasi Muda

Dalam wawancara singkat, Andreas Yesun bersama Anyi A, salah satu Pemangku Adat Dayak Ketungau Tesa'ek Sekadau, menyampaikan pesan mendalam kepada generasi muda Dayak. Mereka berharap agar anak-anak muda Dayak tidak melupakan akar budaya mereka.

“Jangan pernah merasa malu menjadi orang Dayak. Lestarikan adat istiadat kita. Kita harus terus kompak dan bersatu, karena hanya dengan kebersamaan, kita akan kuat dan tidak mudah dipecah-belah,” ujar Andreas Yesun dan Anyi A.

Mereka berharap agar orang muda dapat mencapai cita-cita setinggi langit dan menuntut ilmu untuk seturut dengan perkembangan zaman.

“Kejarlah cita-cita setinggi langit, tuntut ilmu sebanyak-banyaknya, ikuti perkembangan zaman, tapi jangan pernah lupakan jati diri kita sebagai orang Dayak,” pesan dua sesepuh untuk orang muda itu, (17/05).

Menjaga Warisan, Merawat Jati Diri

Pekan Gawai Dayak jelas merupakan momentum refleksi kultural yang mempertemukan nilai-nilai adat dengan semangat zaman. Melalui upacara adat yang sarat makna, generasi muda diingatkan akan pentingnya menjaga warisan budaya, di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang begitu cepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA, SEKBERKESDA

Tags

Rekomendasi

Terkini

X