Workshop Jurnalistik PKSN XIII Bekali Peserta Memahami Nilai Berita

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Jumat, 29 Mei 2026 | 00:26 WIB
Foto Pemateri PKSN Workshop Jurnalistik (Anjeli)
Foto Pemateri PKSN Workshop Jurnalistik (Anjeli)

PONTIANAKGLOBE.COM | Kegiatan Workshop Jurnalistik dalam rangka Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) ke-13 berlangsung di Ruangan Iman, lantai 2 Gedung FASIPIKUS BOS, Pontianak, Kamis (28/5/2026). Workshop ini menghadirkan Kornelis Purba sebagai pemateri utama yang membawakan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik, nilai berita, hingga teknik penulisan berita yang baik dan benar.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari peserta.

Selain menerima materi, peserta juga diajak berdiskusi langsung mengenai cara menentukan angle berita, memahami fakta di lapangan, serta menyusun berita berdasarkan prinsip jurnalistik yang benar.

Dalam pemaparannya, Kornelis Purba menjelaskan bahwa berita merupakan informasi mengenai peristiwa yang benar-benar terjadi dan disampaikan kepada masyarakat berdasarkan fakta di lapangan.

“Berita harus berdasarkan fakta, bukan karangan ataupun opini pribadi. Wartawan bertugas menyampaikan kenyataan yang terjadi di lapangan,” jelasnya di hadapan peserta workshop.

Dia menegaskan bahwa seorang wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat dan objektif kepada masyarakat. Menurutnya, jurnalis tidak boleh menulis berdasarkan opini pribadi ataupun membuat cerita yang tidak sesuai fakta.

Selain membahas pengertian berita, peserta juga diperkenalkan pada konsep nilai berita atau news value melalui konsep CHOPPT, yaitu Consequences, Human Interest, Prominence, Proximity, dan Timeliness.

Kornelis Purba menjelaskan bahwa Consequences berkaitan dengan dampak suatu peristiwa terhadap masyarakat. Human Interest menyangkut sisi kemanusiaan yang mampu menyentuh emosi pembaca. Sementara Prominence berkaitan dengan keterlibatan tokoh penting dalam sebuah peristiwa.

Adapun Proximity menekankan kedekatan suatu peristiwa dengan kehidupan masyarakat, sedangkan Timeliness berkaitan dengan ketepatan waktu atau aktualitas sebuah berita.

Dalam workshop tersebut, peserta juga mempelajari jenis-jenis berita, mulai dari hard news hingga soft news atau feature. Hard news dijelaskan sebagai berita penting yang harus segera disampaikan kepada masyarakat secara lugas dan langsung pada inti persoalan. Sementara soft news lebih menekankan sisi naratif dan kemanusiaan dalam sebuah peristiwa.

Pemateri juga memberikan contoh kasus mengenai sekolah dasar di desa yang mengalami kebocoran atap saat hujan deras. Dari kasus tersebut, peserta diminta menentukan nilai berita dan angle yang dapat digunakan dalam penulisan berita.

Melalui contoh itu, peserta belajar bahwa sebuah peristiwa sederhana dapat menjadi berita penting apabila memiliki dampak bagi masyarakat.

Selain teknik penulisan, workshop ini juga menekankan pentingnya objektivitas dan tanggung jawab moral seorang wartawan dalam menyampaikan informasi.

Menurut Kornelis Purba, perkembangan media digital saat ini membuat arus informasi menjadi sangat cepat. Namun demikian, kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan kebenaran fakta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Rekomendasi

Terkini

X