PONTIANAKGLOBE.COM, PONOROGO -- Dugaan kasus pencabulan yang melibatkan pimpinan sebuah pondok pesantren di Kecamatan Jambon, Ponorogo, menghebohkan masyarakat. Oknum kiai tersebut diduga melakukan tindakan tak senonoh terhadap sejumlah santri laki-laki yang tinggal dan belajar di ponpes tersebut.
Kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah video penangkapan terduga pelaku viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat aparat kepolisian mendatangi rumah terduga pelaku dan menjemputnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terduga tampak mengenakan kaos oranye dan peci putih saat keluar menemui petugas.
Baca Juga: Trotoar Dikuasai Motor, Murid SMP Ini Pilih Melawan
“Detik-detik penjemputan kiai di pondok Jambon, Ponorogo karena kasus pencabulan santri,” tulis akun TikTok yang mengunggah video tersebut pada Senin (18/5/2026).
Dalam rekaman yang sama, terlihat seorang perempuan berjilbab hitam tampak syok hingga nyaris pingsan saat proses penangkapan berlangsung.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di lingkungan pondok pesantren tersebut.
“Benar, kita mendapat informasi dari masyarakat 110 terkait adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur di pondok,” ujar Imam.
“Kita melakukan pengecekan, setelah dilakukan, saat ini masih dalam proses pendalaman,” lanjutnya.
Kuasa hukum para korban, Muhammad Ihsan Nurul, mengungkapkan kasus ini mencuat setelah salah satu santri laki-laki melapor terkait dugaan pelecehan yang dialaminya.
“Yang kita dalami itu, kita menemukan fakta-fakta yang terjadi dan kita langsung menuju ke daerah area pondok,” kata Ihsan.
Baca Juga: Atap Daur Ulang Diklaim Tahan 10 Tahun, Fakta atau Klaim Berlebihan?
Ia menyebut ada 11 santri laki-laki yang telah dibawa ke Polres Ponorogo untuk dimintai keterangan terkait dugaan pencabulan tersebut. Sebagian korban masih berusia anak-anak, sementara lainnya sudah dewasa namun mengaku mengalami tindakan itu sejak masih remaja.
“Status terlapor itu kiai atau pemimpinnya pondok dan korbannya santri yang tinggal di pondok,” imbuhnya.
Menurut Ihsan, modus yang diduga digunakan pelaku ialah meminta para santri memijat dirinya. “Modusnya adalah disuruh memijat, awalnya begitu. Iming-iming tertarik mondok juga karena sekolahnya gratis,” jelasnya.
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mendalami dugaan tindak pidana serta memastikan perlindungan terhadap para korban.***
Artikel Terkait
Polda Kalbar Tangkap Kakek Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Pontianak
Dugaan Pelecehan Seksual, Bareskrim Tetapkan Pendakwah Kondang Jadi Tersangka
Adanya Pelecehan Seksual di KRL: Korban Sendiri Tangkap Pelaku
Oknum Kiai Jadi Tersangka, Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual
Oknum Kiai Tersangka Pencabulan Kabur, Polisi Bergerak
Dugaan Korban Pelecehan Seksual Capai 50 Santriwati, Publik Geger