Haru di Balik Tragedi KRL, Busui Ramai Tawarkan Donor ASIP Kepada Bayi Korban

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 30 April 2026 | 23:30 WIB
Ramai busui menawarkan diri menjadi donor ASIP untuk anak korban kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. Threads/grjs.pane - Instagram/rumpi_gosip)
Ramai busui menawarkan diri menjadi donor ASIP untuk anak korban kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. Threads/grjs.pane - Instagram/rumpi_gosip)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Tragedi kecelakaan antara KRL rute Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga memunculkan gelombang solidaritas dari masyarakat, khususnya para ibu menyusui.

Di media sosial Threads, sejumlah ibu menyusui atau busui ramai-ramai menawarkan diri menjadi donor air susu ibu perah (ASIP) bagi bayi yang terdampak, terutama jika ibunya menjadi korban luka atau meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Pesan Terakhir Jadi Kenangan, Suami Temukan Istri dalam Peti Jenazah

Gerakan ini bermula dari unggahan akun @rddenisa yang mengungkapkan kesedihannya saat melihat banyak cooler bag berisi ASI ikut dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Pas liat banyak cooler bag ASI dievakuasi dari tragedi KRL, patah hati,” tulisnya.

Unggahan tersebut kemudian memicu respons luas. Salah satu warganet dengan akun @grjs.pane menyatakan kesiapannya untuk membantu.

“Siapa tau ada yang kenal dan butuh dan ibunya jadi korban luka maupun MD (meninggal dunia -red), dan butuh donor ASIP segera, aku ada stok ASIP,” tulisnya.

“Aku Kristen, anak aku laki-laki, tapi makanan yang aku makan halal. DM ya,” lanjutnya.

Respons serupa terus bermunculan. Banyak ibu menyusui lain ikut menawarkan bantuan dengan menyertakan informasi kondisi kesehatan, pola konsumsi, hingga domisili mereka agar memudahkan distribusi bantuan.

Tak hanya solidaritas, kisah haru juga ikut menyelimuti tragedi ini. Salah satunya datang dari cerita seorang korban selamat yang nyaris mengalami luka serius, namun tertolong oleh sebuah cooler bag berisi ASI.

Menurut penuturan kerabatnya di Threads, korban sempat terjepit dan hampir tertusuk bagian besi kereta. Namun, tas berisi ASI yang berada di belakang tubuhnya menjadi penghalang.

“Alhamdulillah kehalang sama tas yang awalnya beliau nggak tau tas apa itu kok basah, ngeluarin air,” tulisnya.

Baca Juga: Eksploitasi Anak di Ruang Publik, Kasus CFD Malang Picu Kemarahan

Setelah berhasil menyelamatkan diri, barulah diketahui bahwa tas tersebut adalah cooler bag berisi ASI yang bocor akibat benturan.

Di sisi lain, publik juga dibuat haru oleh foto seorang suami yang memeluk cooler bag milik istrinya, Tutik Anitasari, yang menjadi salah satu korban meninggal dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X