PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH UTARA -- Kondisi memprihatinkan masih dialami warga di Kecamatan Sawang, lima bulan setelah bencana yang terjadi pada November 2025 lalu. Hingga kini, akses jalan dan jembatan belum sepenuhnya pulih.
Situasi ini viral di media sosial setelah warga memperlihatkan perjuangan mereka menyeberangi Sungai Sawang dengan cara yang berisiko.
“Lokasi kami di Sawang, Aceh Utara. Tolong langsung datang dan berikan kami solusi. Ini sudah darurat, hampir setiap hari ada korban yang terjatuh ke dalam sungai,” tulis akun @rully_xabian dalam unggahannya, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Siswa SMAN 1 Purwakarta Diduga Lecehkan Guru, Publik Geram
Dalam video yang beredar, warga terlihat menggunakan rakit sederhana bahkan ban untuk menyeberang. Beberapa di antaranya tidak menggunakan pelampung meski arus sungai cukup deras.
“5 bulan pascabencana Aceh, kami masih berjuang dengan jembatan dan akses jalan. Katanya Aceh hampir 100 persen, tapi fakta di lapangan jauh dari kata pulih,” lanjutnya.
Rakit tersebut menjadi satu-satunya alat transportasi warga, termasuk untuk mengangkut sepeda motor. Tak jarang, warga harus turun langsung ke sungai dan berjalan di tengah arus demi mencapai seberang.
Dalam unggahan lain, terlihat momen menegangkan saat rakit yang ditumpangi warga terjebak arus deras dan hampir hanyut.
“Jumat, 17 April 2026. Air sungai tiba-tiba meluap mengakibatkan penumpang di rakit terjebak di tengah sungai, membuat kepanikan dan juga hampir hanyut,” ungkapnya.
Warga sekitar pun bergotong royong menarik rakit agar bisa kembali ke tepi sungai.
Baca Juga: Daging MBG Disebut ‘Karet’, Guru Tak Bisa Potong
Tak hanya itu, insiden juga melibatkan pelajar. Dalam rekaman lain, beberapa siswa dilaporkan terjatuh ke sungai saat menyeberang akibat rakit oleng ketika debit air meningkat.
“Ada beberapa siswa jatuh ke dalam sungai, anak SD, SMP, dan SMA. Beberapa unit motor juga jatuh ke dalam sungai. Kondisi seperti ini sudah hampir 5 bulan,” jelasnya.
Hingga kini, warga berharap adanya perhatian dan solusi cepat dari pihak terkait untuk memperbaiki akses infrastruktur yang masih rusak pascabencana.***
Artikel Terkait
Dusun di Aceh Utara Hilang, Permukiman Berubah Jadi Sungai
Tangis Ayah di Aceh Utara: Gendong Anak Sakit ke Posko Kesehatan
Sawah Tertimbun Lumpur Setinggi Pinggang, Petani Aceh Utara Tetap Tanam Padi
Dua Bulan Pascabanjir Aceh Utara, Anak-anak Riseh Tunong Masih Kesulitan Berangkat Sekolah
Kebakaran Gelondongan Kayu Sisa Banjir Gegerkan Warga Aceh Utara
Warga Terdampak Bencana Banjir Besar Kini Huni Rumah Baru di Aceh Utara.