"Pada pertengahan 1974, harga efektif telah meningkat 3 kali lipat, dan ketersediaan bahan bakar runtuh (pada masa itu)," tambah laporan tersebut.
Kini, pola serupa mulai terlihat. Ketegangan di Timur Tengah kembali menekan rantai pasok energi global. Ketidakpastian ini mendorong harga minyak naik dan berdampak langsung pada sektor transportasi, industri, hingga kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Tragis! Cucu Mpok Nori Tewas di Tangan Mantan Suami
Dalam situasi seperti ini, sejumlah negara mulai mengambil langkah efisiensi. Selain membatasi perjalanan dinas dan mengurangi aktivitas kantor, opsi kerja jarak jauh kembali diaktifkan.
WFH pun tidak lagi sekadar pilihan fleksibilitas kerja, melainkan menjadi strategi untuk menghemat energi di tengah tekanan global yang semakin kompleks.***
Artikel Terkait
Pasokan BBM Kolaps di Sumatera: Pertamina Mengaku Distribusi Putus Total
Konflik Iran-AS-Israel Memasuki Babak Baru
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman di Tengah Konflik Global
Indonesia Tak Ikut Dukung Resolusi DK PBB soal Iran
SPBU di Pontianak Wajib Buka 24 Jam! Wali Kota Edi Tekan Pertamina, BBM Tak Boleh Kosong
BBM Pontianak Diserbu Warga Akibat Panic Buying, Salah Komunikasi Jadi Pemicu?