Lita Gading Geram Lihat Video Joget Mitra MBG, Singgung Citra Program Rusak

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 Maret 2026 | 11:57 WIB
Psikolog Lita Gading merespons viralnya mitra MBG yang berjoget dengan narasi terima insentif Rp6 juta per hari. (Instagram/hendrikirawan_d1213mbg - lita.gading)
Psikolog Lita Gading merespons viralnya mitra MBG yang berjoget dengan narasi terima insentif Rp6 juta per hari. (Instagram/hendrikirawan_d1213mbg - lita.gading)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Psikolog Lita Gading menanggapi viralnya video joget seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Video tersebut menjadi sorotan publik, terlebih setelah muncul narasi bahwa Hendrik memperoleh insentif hingga Rp6 juta per hari.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti MBG: Program Penting Tapi Amburadul

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Lita Gading mengkritik sikap Hendrik yang melaporkan dua akun Instagram usai video tersebut viral dan menuai beragam reaksi warganet.

“Ini kocak. Orangnya selengean, tapi malah lapor polisi. Yang seperti ini justru yang saya soroti,” ujar Lita Gading dalam keterangannya, Selasa, 24 Maret 2026.

Rusak karena Oknum

Lita menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak membenci program MBG. Namun, menurutnya, perilaku sejumlah oknum di lapangan justru memperburuk citra program tersebut.

“MBG bukan program yang dibenci. Yang jadi masalah adalah orang-orang seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga: Ustaz Hilmi Semprot Keras Video MBG Cilacap, Sebut Tone Deaf

Ia juga menilai tindakan mengunggah video tersebut ke media sosial tidak sejalan dengan respons yang kemudian menyalahkan warganet.

“Kamu sendiri yang joget dan unggah, tapi netizen yang disalahkan. Kalau tidak siap dengan respons publik, kenapa diunggah?” lanjutnya.

Dalam pernyataannya, Lita Gading bahkan menantang Hendrik untuk melaporkan dirinya ke pihak berwajib.

“Kalau mau laporkan saya, silakan. Saya tunggu,” ujarnya.

Di akhir pernyataan, ia juga menyinggung kemungkinan membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

“Apa perlu dibawa ke Mahkamah Konstitusi, supaya tidak ada lagi perilaku seperti ini yang terkesan tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X