Ustaz Hilmi Semprot Keras Video MBG Cilacap, Sebut Tone Deaf

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB
Ustaz Hilmi Firdausi menanggapi video konten viral dari SPPG Sidanegara 2 Cilacap. (Dok. Instagram/hilmi.firdausi)
Ustaz Hilmi Firdausi menanggapi video konten viral dari SPPG Sidanegara 2 Cilacap. (Dok. Instagram/hilmi.firdausi)

PONTIANAKGLOBE.COM, CILACAP -- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidanegara 2 Cilacap, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan video mereka menuai kritik luas dari warganet.

Video yang diunggah melalui akun TikTok pada Selasa (17/3/2026) itu memperlihatkan aktivitas harian petugas dalam menyiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, konten tersebut memicu kemarahan karena membandingkan kondisi tersebut dengan situasi anak-anak di Palestina.

Baca Juga: Tempat Ibadah Jadi Dapur Dadakan, SPPG Buka Suara

Dalam video itu, ditampilkan proses memasak di dapur SPPG yang disertai narasi berbagai keluhan yang kerap muncul di media sosial terkait program MBG. Kontroversi muncul saat video tersebut juga menyisipkan potongan gambar anak-anak di Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan, seperti kekurangan pangan dan kondisi tempat tinggal yang hancur.

Sejumlah narasi yang muncul dalam video antara lain, “Esnya kurang manis,” “MBG makanannya nggak enak,” “Menunya nggak bermutu,” “Mendingan dijadiin duit daripada MBG,” hingga “Maafkanlah kami ya Allah jika kurang bersyukur.”

Salah satu tokoh yang turut menanggapi video tersebut adalah Ustaz Hilmi Firdausi. Melalui akun Instagram dan X miliknya, ia menilai konten tersebut tidak memiliki sensitivitas sosial.

“Ya Rabb, konten apa ini? Tone deaf sekali...Astaghfirullah. Janganlah kalian mengeksploitasi penderitaan rakyat Gaza hanya untuk memoles citra program MBG dengan mengajarkan arti syukur,” tulisnya pada Rabu, 18 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia dan Palestina tidak dapat dibandingkan karena perbedaan situasi yang sangat jauh.

“Kondisi Palestina sangat berbeda dengan Indonesia. By the Way, kalau kalian mau buat banyak dapur MBG di Gaza saya dukung 1000%,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pelaksana program lebih fokus pada tujuan utama, yakni pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia, tanpa memicu polemik di tengah masyarakat.

“Saran saya, fokus saja menyajikan menu bergizi buat anak-anak Indonesia, jangan malah memantik konflik horizontal dengan masyarakat yang kritis terhadap program MBG yang menghabiskan uang rakyat Rp335 T per tahun,” tulisnya.

“Wajar masyarakat kritis karena uang pajak mereka yang digunakan untuk membiayai program ini,” lanjutnya.

Baca Juga: Porsi vs Harga, MBG di Sleman Picu Perdebatan

Menanggapi polemik tersebut, pihak SPPG Sidanegara 2 Cilacap telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kelalaian dalam pembuatan konten.

“Saya menyadari bahwa penderitaan di Palestina tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan apapun. Tanpa pembelaan diri, terima kasih atas pengingatnya, kami minta maaf sebesar-besarnya,” ujar Kepala SPPG Sidanegara 2 Cilacap, Hanif.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X