PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Suasana hangat menyelimuti Huntara II di Aceh Tamiang pada Jumat (27/2/2026) dini hari. Warga penghuni hunian sementara korban banjir dan longsor November 2025 duduk bershaf di atas terpal putih yang dibentangkan di depan tempat tinggal sementara mereka untuk sahur bersama.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo turut hadir dan menyantap sahur bersama masyarakat. Ia didampingi Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail. Kegiatan diawali doa bersama sebelum santap sahur dimulai.
Baca Juga: Imlek Festival 2577 Diserbu Warga, Cek Kesehatan Gratis Jadi Primadona
Menu yang disajikan berupa nasi dengan lauk daging dan udang. Sederhana, namun terasa istimewa bagi warga, terutama anak-anak yang merasakan langsung kebersamaan tersebut.
“Sahur pake daging sama nasi sama udang, enak, senang kali bertemu Pak Menteri,” ujar seorang anak dengan wajah sumringah.
Ia mengaku tetap kuat menjalani puasa. “Kuat puasanya, udah full, aku senang kali puasa, aku senang sekali sahur dengan Menteri PU,” ucapnya.
Saryani yang akrab disapa Bibit juga menyampaikan rasa haru bisa sahur bersama menteri dan warga lain dalam suasana kebersamaan.
“Kami bersahur bersama. Gak pernah jumpa Bapak Menteri, gak pernah jumpa sama rekan-rekan, ibu-ibu, Bapak-Bapak. Kami semangat sekali untuk sahur bersama dengan teman-teman begini. Ramainya, dikasih persediaan, semua lengkap,” katanya.
“Rasanya kami gak bisa balas, hanya Allah yang balasnya. Senang kami, semangat kami. Dengan Bapak Menteri, dengan Bapak Wakil Bupati, Bapak-Bapak kita semuanya. Cukup semangat kami,” lanjutnya.
Baca Juga: SPPG Karangdowo Pastikan Menu MBG Ramadan Tetap Bergizi
Meski baru sepekan menempati hunian sementara, Bibit menilai fasilitas yang tersedia cukup memadai dan membuat warga tetap bersemangat menjalani hari-hari pascabencana.
“Baru seminggu. Cukup enak, cukup baik, kami pun semangat, kawan-kawan pun semangat. Hunian sementara yang diberikan sangat memadai. Cukup baik. Enak, ada airnya, ada semuanya. Alhamdulillah,” paparnya.
Ia pun menyampaikan rasa syukur atas tempat tinggal sementara yang kini mereka tempati.
“Makasih banyak kami. Diberi dengan Allah yang mengizinkan kami sehat. Dikasih kami rezeki, dikasih kami rumah, dikasih kami tempat tinggal. Alhamdulillah kami berkat Allah SWT,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Aceh Tamiang Diselimuti Debu, Dampak Lumpur Banjir Kian Mengkhawatirkan
Sekolah Hancur Diterjang Banjir, Siswa di Aceh Tamiang Bawa Meja Sendiri
Banjir Aceh Tamiang: Bertahan di Atap Rumah Menunggu Air Surut
Enam Hari Tanpa Makan, Cerita Warga Terjebak Banjir Aceh Tamiang
Sehari Setelah Banjir Aceh Tamiang, Lumpur dan Kerusakan di Mana-mana
Krisis Air Bersih dan Trauma Hantui Penyintas di Aceh Tamiang