Longsor Tutup Jalan Kabupaten, Purbalingga Lumpuh Sementara

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 26 Januari 2026 | 17:53 WIB
Warga dan aparat bergotong royong membersihkan material banjir di Purbalingga, Jawa Tengah. (Dok. Instagram/purbalingga.hitz)
Warga dan aparat bergotong royong membersihkan material banjir di Purbalingga, Jawa Tengah. (Dok. Instagram/purbalingga.hitz)

PONTIANAKGLOBE.COM, PURBALINGGA -- Sejumlah desa di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang yang disertai tanah longsor pada Sabtu dini hari (24/1/2026). 

Curah hujan tinggi di kawasan hulu menyebabkan material gunung seperti batu, kayu, dan lumpur terbawa arus hingga memasuki wilayah permukiman warga.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah desa dilaporkan terisolasi karena akses jalan tertutup material longsoran.

Baca Juga: Sawah Tertimbun Lumpur Setinggi Pinggang, Petani Aceh Utara Tetap Tanam Padi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, warga bersama aparat TNI dan Polri segera bergotong royong membuka jalur darurat agar distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak.

“Dari warga dan aparat TNI Polri menuju lokasi pembuatan jalur sementara atau jalur darurat yang bisa diakses untuk menyalurkan bantuan,” dikutip dari video unggahan akun Instagram @purbalingga.hitz pada Minggu (25/1/2026).

“Ada dua dusun di Purbalingga yang terisolir, terutama di Gunung Malang,” sambung keterangan dalam video tersebut.

Rekaman dari Dusun Bambangan, Purbalingga, memperlihatkan kondisi permukiman yang dipenuhi batu berukuran besar hingga kecil, serta kayu gelondongan yang berserakan di jalanan. Lapisan aspal nyaris tak terlihat karena tertutup material longsor yang terbawa arus banjir.

“Betapa mengerikannya ini, air itu meluap sampai atas sana,” ucap perekam video menggambarkan kondisi di lokasi.

BPBD Purbalingga mencatat, bencana banjir bandang dan longsor ini memaksa sekitar 500 warga mengungsi akibat kerusakan rumah.

Dampak terparah terjadi di Dusun Kaliurip, Desa Serang, dengan 36 rumah mengalami rusak berat. Material lumpur, batu, dan kayu menimbun rumah warga hingga kedalaman sekitar satu meter, bahkan enam rumah dilaporkan rata dengan tanah.

Baca Juga: Keanu Agl Ungkap Rencana Liburan yang Tak Pernah Terwujud Bersama Lula Lahfah

Sementara itu, Dusun Gunung Malang yang sempat terisolasi mencatat 18 rumah terdampak, dengan rincian 12 rumah rusak berat hingga rata dengan tanah dan enam rumah lainnya berpotensi mengalami kerusakan serupa. Di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, sekitar 29 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Selain kerusakan permukiman, jembatan penghubung Kutabawa dan Clekatakan juga dilaporkan ambruk. Akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang kurang lebih 12 meter, sehingga menghambat mobilitas warga dan penyaluran bantuan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X