Terjebak Longsor Sitahuis, Ibu Ini Minum Air Hujan dan Tidur di Hutan Demi Anaknya

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 23 Desember 2025 | 11:32 WIB
Seorang warga Tapanuli Tengah yang mengenang bagaimana banjir dan longsor menerjang rumahnya dan memaksa mereka tidur di hutan.  (Dok. TikTok/zaits_bf)
Seorang warga Tapanuli Tengah yang mengenang bagaimana banjir dan longsor menerjang rumahnya dan memaksa mereka tidur di hutan. (Dok. TikTok/zaits_bf)

PONTIANAKGLOBE.COM, TAPANULI TENGAH -- Trauma malam banjir dan longsor masih membekas kuat dalam ingatan seorang ibu warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah. Ketika bencana datang tanpa ampun, rumah dan seluruh akses terputus, menyisakan perjuangan bertahan hidup yang nyaris tanpa harapan.

Kisah memilukan itu dibagikan melalui unggahan akun TikTok @zaits_bf pada Senin (22/12/2025). Dalam ceritanya, perempuan tersebut mengungkap bagaimana ia dan keluarganya terjebak di tengah bencana tanpa makanan, air bersih, maupun tempat berlindung yang layak.

Baca Juga: Tak Ada Air Bersih, Warga Aceh Tamiang Terpaksa Gunakan Air Genangan untuk Memasak

Hujan deras yang terus mengguyur membuat mereka tak mampu menyalakan api. Tidak ada pilihan lain selain bertahan dengan apa yang ada.

"Air hujan diminum, ada ubi tapi tak dimasak, semua hujan jadi enggak ada api," ucapnya.

Longsor yang terjadi di berbagai titik membuat seluruh jalur keluar tertutup. Mereka tak bisa mengungsi dan akhirnya memilih bertahan di hutan demi keselamatan.

"Di sini longsor, di sana longsor, jadi enggak ada jalan, jadi kami satu malam tidur di hutan," lanjutnya.

Baca Juga: Bayi 2 Tahun Terlepas Saat Menyusu, Ayah Ungkap Detik-detik Mumtaz Hanyut Diterjang Banjir Garoga

Kesedihan semakin dalam ketika ia menceritakan kondisi anak-anaknya yang basah kuyup tanpa pakaian ganti. Di tengah dingin malam, tubuh kecil mereka hanya bisa meringkuk menahan gemetar.

"Karena tidak ada baju ganti, anakku tertidur tapi menggigil," pungkasnya.

Cerita dari Desa Mardame menjadi potret nyata penderitaan warga di wilayah terisolasi pascabencana.

Hingga kini, mereka masih sangat membutuhkan bantuan pakaian layak, makanan hangat, serta pembukaan akses agar pertolongan bisa segera menjangkau daerah tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X