“Misalnya nih, kebiasaan salat Id bawa alas koran. Itu tidak pernah dianjurkan dalam agama dan di dalam hadits. Tapi itu kebiasaan masyarakat saja yang mungkin malas sajadahnya basah kalau di lapangan rumput, jadi bawa koran,” jelasnya.
“Saya punya materinya itu, saya nggak suka begitu karena kalau pakai koran, kadang namanya iman lemah, kita lagi salat baca sesuatu yang sensual kan jadi kebayang ya, ‘Astaghfirullah, ini sambungannya mana?’” lanjutnya.
Menurut Arie Kriting, contoh tersebut bukanlah bentuk mengolok-olok ajaran atau tata cara agama, melainkan kritik sosial atas kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.***
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi, Materi Mens Rea Dipersoalkan
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Akhirnya Muncul dari New York
Pandji Pragiwaksono dan Seni Mengkritik Tanpa Tersandung Hukum
Pandji: Saya Paling Banyak Kritik Anies, Tapi Bukan di Panggung Ini
Abraham Samad Kaget Pandji Dilaporkan, Singgung Bahaya KUHP Baru
Mahfud MD: Lawakan Pandji Tak Penuhi Unsur Penistaan Agama