“Orang-orang di bawah marah, tapi kata Gus Dur nggak apa-apa, itu waktu Gus Dur jadi Presiden. Itu pas Bagito dan kemudian minta maaf,” sambungnya.
Ia menyebut, kala itu banyak kalangan Nahdlatul Ulama yang merasa tersinggung dan menilai lawakan tersebut sebagai penghinaan terhadap pemimpin negara.
“Anak-anak Banser, anak-anak NU marah, menyebut itu penghinaan pada pemimpin. Tapi, Gus Dur langsung bilang nggak ada (penghinaan), tidak merasa terhina,” tambahnya.
Baca Juga: Dusun di Aceh Utara Hilang, Permukiman Berubah Jadi Sungai
Pandji sendiri juga dilaporkan atas dugaan menghina Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan menyebut terlihat mengantuk.
“Jadi, kenapa hanya kalau dibilang, ‘Maaf ente ngantuk’ itu penghinaan apa? Kan tidak bisa dianalogikan ke sesuatu. Gus Dur yang jelas dianalogikan orang buta aja, nggak apa-apa,” tandas Mahfud.***
Artikel Terkait
Bukan Lagi Soal AD/ART, Mahfud Sebut Konflik NU Dipicu Rebutan Proyek Tambang
Jabatan Sipil untuk Polri Disorot, Mahfud MD Kritik Perkap Penempatan Polisi Tanpa Dasar UU
Mahfud MD: Banyak Janji, Sedikit Keberanian dalam Penegakan Hukum
Mahfud MD: Jika Teror Dibiarkan, Semua Bisa Jadi Korban
Candaan Pandji Disorot, Mahfud MD Tegaskan Tak Bisa Dipidana
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi, Materi Mens Rea Dipersoalkan