PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Sejumlah jembatan dan akses darat di berbagai wilayah Sumatera terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Salah satu wilayah terdampak berada di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Di kawasan tersebut, sebelum jembatan darurat dibangun di Sungai Kala Ili, warga terpaksa menggunakan rakit kayu sederhana sebagai satu-satunya sarana penyeberangan.
Baca Juga: Krisis Air Minum Masih Terus Menghantui Warga Aceh Tamiang Pascabanjir
Rakit itu digunakan baik oleh warga maupun relawan, dengan hanya mengandalkan tali sebagai penahan agar tidak hanyut terbawa arus sungai.
Arus Sungai Kala Ili yang deras membuat proses penyeberangan menjadi sangat berbahaya. Momen menegangkan terekam ketika sejumlah relawan bidan nyaris hanyut karena rakit yang digunakan hampir tak mampu melawan kuatnya arus.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @keber_gayo pada Senin (5/1/2026), tampak rakit yang digunakan dalam kondisi tidak seimbang dan sempat miring hingga air hampir menenggelamkannya.
“Masya Allah, hampir tenggelam di Sungai Kala Ili. Qodarullah Allah masih lindungi langkah kami,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu juga menyebutkan bahwa perjuangan para relawan merupakan bentuk kepedulian kecil bagi warga yang masih bertahan di desa-desa terdampak bencana.
“Ini adalah bagian kecil dari kami untuk orang-orang yang luar biasa yang mampu bertahan di desa yang masih jauh dari kata baik,” lanjut keterangan tersebut.
Saat peristiwa itu terjadi, jembatan darurat belum rampung dibangun sehingga rakit menjadi satu-satunya akses penyeberangan bagi warga dan relawan yang hendak masuk maupun keluar wilayah tersebut.
Baca Juga: Rumah Hancur, Bantuan Hilang: Kisah Pilu Warga Pidie Jaya Pascabanjir
Kini, kondisi akses mulai membaik setelah warga bersama TNI dan Polri membangun jembatan apung darurat di atas Sungai Kala Ili. Jembatan tersebut dibuat menggunakan drum dan kayu sebagai struktur utama.
Jembatan apung ini menghubungkan kembali Kampung Owaq dan Kemukiman Wih Dusun Jamat, sehingga mobilitas warga dapat kembali berjalan. Akses darurat tersebut juga dinilai cukup kuat untuk dilalui kendaraan roda dua.***
Artikel Terkait
Nikah di Tengah Banjir Aceh Tamiang, Arie Untung Jadi Saksi
Salah satu Korban Tsunami 2004 Ungkap Banjir Aceh Tamiang Lebih Gelap
Di Balik Lumpur Banjir Aceh, Muncul Butiran Diduga Emas
AHY Ungkap Dampak Banjir Aceh: Rp26 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur
Fenomena Aneh Banjir Aceh: Air Keruh Berlapis Minyak Diduga Solar
Kaki Luka Kena Paku, Anak-anak Korban Banjir Aceh Titip Pesan ke Prabowo