"Kalau ancaman masih berupa tulisan, menurut saya enggak usah dilaporkanlah,” katanya.
Donny berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku teror tersebut. Ia menilai lambannya penanganan dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.
"Maksud saya, ini harus diungkap segera. Kalau enggak diungkap, nanti persepsi publik terhadap pemerintah jadi buruk," tegasnya.
Kasus ini menuai simpati dari banyak pihak, meski tidak sedikit pula yang meragukannya. Salah satu kritik datang dari pengacara sekaligus Ketua Ormas Ternak Mulyono (Termul), Firdaus Oiwobo.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis (1/1/2026), Firdaus menuding peristiwa tersebut sebagai sandiwara dan menyebut DJ Donny tengah memainkan peran sebagai korban.
"Donny, baru ngerasain diancam. Baru ngerasain diancem saja sudah koar-koar ke sana ke sini, mulutmu fitnah memulu isinya," ujar Firdaus.
Baca Juga: 68 Anak Indonesia Terpapar Neo-Nazi dan White Supremacy, Ancaman Baru di Ruang Digital
Firdaus bahkan mencurigai adanya motif politik tersembunyi di balik laporan teror tersebut.
"Anda jangan playing victim, bisa jadi itu rekayasa. Nanti menuduh satu orang di pemerintah, padahal itu rekayasa politik," katanya.
Ia juga menilai Donny bukan figur dengan pengaruh besar sehingga tidak perlu bersikap seolah menjadi target penting.
"Anda itu enggak punya pengaruh apa-apa. Boleh mengkritik, tapi jangan menghina orang," tandas Firdaus.***
Artikel Terkait
Tempo Dapat Kiriman Paket Berisi Kepala Babi, Diduga Sebagai Teror
Sidang Korupsi Belum Dimulai, Rumah Hakimnya Sudah Terbakar, Kebetulan atau Teror Terselubung?
Teror di Sekolah! Ledakan di SMAN 72 Bikin Puluhan Siswa Luka dan Polisi Temukan Senjata Api
Kapolda Metro Jaya: Pelaku Ledakan SMAN 72 Bukan Bagian Jaringan Teror
Aplikasi Gelap dan Teror Mata Elang di Jalan Raya
Belasan Tahun Diam, Drg. Jessica Akhirnya Buka Suara Dugaan KDRT dan Teror Psikologis