PONTIANAKGLOBE.COM, BANYUWANGI -- Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu pada Selasa (9/12/2025). Peresmian itu ditandai dengan peninjauan gerai sembako dan transaksi pembelian pertama sebagai simbol beroperasinya layanan koperasi modern di tingkat kelurahan.
Acara berlangsung di Gerai KKMP Tukangkayu dengan dukungan Pemkab Banyuwangi dan berbagai pemangku kepentingan.
Hadir Sekda Banyuwangi Ir. Guntur Priambodo mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani, Tenaga Ahli Komisi VI DPR RI H.M Nasim Khan, Kepala Diskop-UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa, pihak perbankan, BUMN, serta para lurah, camat, dan pelaku UMKM.
Baca Juga: Tragedi Terra Drone: 17 Tewas, Ledakan Diduga dari Baterai Drone
Menteri Ferry menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai model penguatan ekonomi lokal yang dikelola profesional namun tetap berlandaskan gotong-royong.
Ia menekankan pentingnya digitalisasi melalui aplikasi Jaga Desa sebagai alat transparansi dan tata kelola modern.
“Koperasi harus menjadi ruang bisnis yang adil bagi masyarakat. Keuntungan kembali ke anggota. Dengan digitalisasi, koperasi bisa mengelola gerai sembako, apotek, klinik, gudang hingga lembaga keuangan mikro secara modern,” ujar Ferry.
Ia juga mengapresiasi KKMP Tukangkayu yang sejak awal menggandeng UMKM serta menjalin kolaborasi dengan perbankan dan BUMN untuk menghadirkan promo cashback dan diskon.
Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo menyebut KKMP Tukangkayu sebagai contoh nyata transformasi koperasi menjadi pemain ekonomi di tingkat kelurahan.
“Koperasi bukan hanya badan usaha, tapi gerakan moral untuk memperkuat keadilan ekonomi. Koperasi harus terhubung dengan UMKM, masuk ke sistem digital, dan mengembangkan manajemen modern agar mampu bersaing,” ujarnya.
Pemkab Banyuwangi menegaskan siap memperluas model ini ke kelurahan lain.
Ketua KKMP Tukangkayu, Imam Maskun, menjelaskan bahwa koperasi mengembangkan sistem simpan pinjam berbasis voucher belanja agar manfaat ekonomi kembali pada anggota.
Ia menekankan bahwa potensi kelurahan yang dipenuhi UMKM dan toko kelontong menjadi dasar penguatan gerai sembako harga grosir, bahkan lebih murah dari pasaran.
“Kami memprioritaskan gerai sembako dengan harga grosir. HPP-nya lebih murah dari grosir. Ditambah cashback dari BTN hingga 30 persen untuk pembelian minimal Rp25 ribu lewat QRIS, autodebet, atau EDC. Ada juga promo BNI dengan diskon sampai 50 persen melalui pembayaran QRIS,” jelasnya.
Ke depan, KKMP mengembangkan usaha berbasis Inpres Nomor 9 Bab 15.
Artikel Terkait
Kadis Koperasi Kalbar Junaidi: Peningkatan Kompetensi UMKM Agar Mahir Mengakses Pasar Digital
Kepala Dinas Koperasi UKM Kalbar: Sinkronisasi Kebijakan Terpadu Dorong Kemudahan Investasi
Anies Baswedan Sebut Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan dan Peternak. BUMN akan Dikoperasikan
Erick Thohir, Pertimbangan yang Tidak Sehat Terkait Transformasi BUMN Menjadi Koperasi
Bikin Kaget! Bappenas Sebut Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi Sudah Maju Banget
MUI Desak Pemerintah Buka Koperasi Merah Putih Versi Syariah