“Contohnya di Takengon, itu yang Aceh Tengah menyampaikan bahwa dia tidak mampu melayani. Ya memang enggak akan mampu. Enggak akan mungkin. Karena apa? Karena dia sendiri tertutup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa distribusi pangan ke wilayah terdampak benar-benar mengandalkan jalur udara karena akses darat terputus.
“Pangannya harus diambil dari luar, menggunakan pesawat. Namun tak ada pesawat, maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat,” tandas Tito.***
Artikel Terkait
Belanja Birokrasi Membengkak, Tito: Banyak Pemda Hobi Rapat dan Jalan-Jalan
Fakta Baru! Tito Sebut Data Purbaya Ketinggalan Dua Bulan Soal Dana Pemda
Bongkar Pola Lama APBD: Tito Desak Daerah Hentikan Rapat dan Dinas Tak Produktif
Banjir Bandang hingga Longsor: Agam Dilanda Bencana Terburuk dalam Tahun Ini
Medan Tanggap Darurat Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Rico Waas Pastikan BBM Aman
Banjir Sumut–Aceh: Prabowo Klaim Negara Mampu Atasi, Fakta di Lapangan?