Roy Suryo Klaim Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Datanya dari Mana?

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Minggu, 23 November 2025 | 19:21 WIB
Roy Suryo ungkap isi buku Gibran’s Black Paper.  (Dok. Instagram/gibran_rakabuming - YouTube Forum Keadilan TV)
Roy Suryo ungkap isi buku Gibran’s Black Paper. (Dok. Instagram/gibran_rakabuming - YouTube Forum Keadilan TV)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Setelah mempersoalkan ijazah Presiden Joko Widodo, Roy Suryo kini menyoroti dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mengklaim hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA. Seperti polemik sebelumnya melalui buku Jokowi’s White Paper, Roy Suryo bersama tim juga berencana menerbitkan buku berjudul Gibran’s Black Paper.

Dalam buku tersebut, menurut Roy Suryo, akan dibahas berbagai hal yang dianggap janggal terkait putra sulung Jokowi, termasuk dugaan kepemilikan akun Kaskus bernama Fufufafa.

“Sudah selesai, sudah 95 persen hampir 99 persen. Tapi, kita kan mesti menyusun dalam bentuk buku namanya Black Paper, Gibran’s Black Paper, kalau ayahnya kan White Paper,” ujar Roy Suryo dalam siaran podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Sabtu, (22/11/2025). 

“Nah, di buku itu lengkap. Mulai dari dia soal Fufufafa yang jelas 99,9 persen asli dia, itu nggak terbantahkan lagi akun itu, sampai ke kelakuannya," ungkapnya. 

Baca Juga: Kemensos Gandeng Densus: Ancaman Ekstrem di Sekolah Lebih Serius dari Dugaan

Roy Suryo juga menyebut akan mengulas insiden saat akun Instagram resmi Gibran diketahui mengikuti akun judi online.

"Sampai juga ketika dia follow akun judi online dan itu diamini oleh Sekretariat Wapres. Kan lucu banget akun resmi yang menjabat orang nomor 2 negara mengikuti akun judi online dan diiyakan oleh Setwapres tapi cukup dengan jawaban sudah kami unfollow,” jelasnya.

Terkait kemungkinan konsekuensi hukum atas pernyataannya, Roy Suryo menegaskan tidak merasa khawatir.

“Kalau dia (Gibran) melakukan itu (laporan hukum), ya bagus lah justru rakyat yang menilai,” ujarnya.

“Silakan dilaporkan kalau memang ada indikasi apa yang saya sampaikan itu kebohongan, tidak sesuai fakta. Semua fakta, bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya. 

Draft buku Gibran’s Black Paper sebelumnya telah diperlihatkan oleh Rismon Sianipar saat pemeriksaannya di Polda Metro Jaya pada 13 November 2025. Saat itu, ia menyebut buku tersebut akan dibagikan secara gratis kepada publik.

"Penetapan tersangka ini bertepatan dengan gerilya kami dalam membongkar, kami berencana ada draft kasanya, ukunya nanti Gibran End Game atau Gibran Black Paper, terserah. Tapi yang pasti Wapres tak lulus SMA,” terang Rismon kala itu.

Ia mengklaim memperoleh data dari Ditjen Paud Dikdasmen serta temuan Roy Suryo.

“Ini digandakan secara gratis, worst case scenario siapa tahu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya bagikan secara gratis cuma-cuma untuk seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Rismon saat itu juga menyatakan bahwa Gibran tidak pernah menamatkan pendidikan SMA baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X