Usai Ngaku Main Judol dan Bawa Wanita ke Dapur MBG, Abriadi Ungkap Dugaan Skandal Pengelolaan Dana

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 31 Mei 2026 | 22:41 WIB
Menyoroti viralnya pengakuan Kepala SPPG di Sumatera Utara terkait skandal main judi online hingga membawa wanita saat kerja di Dapur MBG. (Dok. Instagram.com/@abri_putra9)
Menyoroti viralnya pengakuan Kepala SPPG di Sumatera Utara terkait skandal main judi online hingga membawa wanita saat kerja di Dapur MBG. (Dok. Instagram.com/@abri_putra9)

PONTIANAKGLOBE.COM, SIBOLGA SELATAN --Pengakuan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aek Parombunan 2, Sibolga Selatan, Sumatera Utara, Abriadi Tri Putra Bungsu, menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Melalui video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram @abri_putra9 pada Sabtu (30/5/2026), Abri mengakui dirinya terlibat dalam aktivitas judi online. Ia juga membenarkan pernah membawa seorang wanita yang bukan pasangan sah ke area Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menjalankan tugasnya.

"Saya mengakui bahwa video tersebut adalah benar," ungkap Abri.

Baca Juga: Pasien Jantung Kritis, Dugaan Kelalaian Medis di RSUD AWS Ramai Dipertanyakan

"Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pimpinan instansi atas kesalahan pribadi yang saya lakukan," lanjutnya sambil menangis tersedu.

Menurut Abri, peristiwa tersebut terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Ia menjelaskan bahwa persoalan itu sebenarnya telah diselesaikan secara internal setelah dirinya meminta maaf kepada masyarakat sekitar dan menerima teguran dari pimpinan.

Namun, Abri menilai masalah pribadinya kembali mencuat setelah dirinya melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran dalam operasional program MBG di dapur yang dipimpinnya.

Dalam keterangannya, Abri mengaku menemukan berbagai persoalan dalam pengelolaan dapur MBG. Ia menyoroti kualitas bahan baku yang dinilai tidak sesuai standar, fasilitas dapur yang disebut belum memenuhi petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN), hingga dugaan mark up harga dan keterlambatan distribusi bahan baku.

Abri juga menuding adanya tekanan psikologis yang diterimanya dari pihak yayasan mitra dapur MBG.

"Mereka menyampaikan punya banyak media dan video itu terus dijadikan dasar tekanan psikologi kepada saya," terangnya.

Laporan yang disampaikannya ke BGN disebut berujung pada keluarnya surat peringatan pertama (SP1) terhadap dapur tersebut. Tak lama kemudian, pada 21 Mei 2026, diterbitkan surat pemberhentian sementara terhadap operasional dapur tersebut.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Gorontalo Utara, Ratusan Rumah Tertimbun Lumpur dan Material Kayu

Selain itu, Abri mengungkapkan bahwa dapur yang dipimpinnya nyaris mengalami kebakaran beberapa hari lalu akibat fasilitas yang disebut belum memenuhi standar operasional.

Meski mengaku mendapat tekanan dari sejumlah pihak, Abri menegaskan dirinya tetap memilih melaporkan berbagai dugaan pelanggaran yang ditemukan demi menjaga keberlangsungan program pemerintah.

"Dengan integritas penuh, saya memilih menyelamatkan duit negara yang tersalurkan pada program ini daripada kepentingan pribadi saya," bebernya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB
X