Wabup Tulang Bawang Tegur SPPG: Ompreng MBG Terbuang

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 17 April 2026 | 11:22 WIB
Menyoroti insiden viral terkait temuan paket menu MBG di sekolah pada wilayah Tulang Bawang, Lampung yang diduga tak layak konsumsi. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti insiden viral terkait temuan paket menu MBG di sekolah pada wilayah Tulang Bawang, Lampung yang diduga tak layak konsumsi. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, TULANG BAWANG -- Video yang memperlihatkan puluhan ompreng makan bergizi gratis (MBG) diduga tak layak konsumsi di Tulang Bawang, Lampung, viral di media sosial dan memicu sorotan publik.

Temuan itu terjadi saat kegiatan monitoring Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Rawajitu Selatan pada Rabu (8/4). Dalam video yang beredar, terlihat banyak paket makanan yang tidak disentuh siswa, bahkan diduga sudah kedaluwarsa.

“Makanan banyak yang sisa, bahkan tidak sedikit yang tak disentuh siswa,” demikian keterangan dalam unggahan yang viral.

Baca Juga: Pedagang Angkat Balita ke Truk Satpol PP, GMKI: Arogansi Aparat!

Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut langsung menyoroti kondisi itu dan memanggil petugas terkait.

"Coba mana SPPI nya, panggil, ini mubazir (terbuang sia-sia)," ujarnya di lokasi.

Dalam evaluasinya, Hasan menilai menu yang disajikan menjadi salah satu penyebab makanan tidak dikonsumsi siswa. Ia menyinggung telur ceplok dan buah salak yang dinilai berpotensi tidak layak jika sudah terlalu lama disiapkan.

"Telur ceplok itu kalau terlalu lama tidak baik, mungkin bisa diganti telur yang direbus," paparnya.

"Kemudian ini buah salak, saya sudah ingatkan berkali-kali, bisa saja terlihat dari luar bagus tapi ternyata di dalamnya busuk," lanjutnya.

Baca Juga: 2,5 Jam Jalan Kaki! Begini Dramatisnya Evakuasi Korban PX-CFX

Ia pun meminta petugas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pihak SPPG untuk tidak sekadar menjalankan distribusi, tetapi juga memastikan kualitas makanan tetap layak saat diterima siswa.

"Kalian kok tidak bisa periksa satu-satu, pulang dari sini silahkan evaluasi, karena kalau seperti ini mubazir," tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG terkait temuan makanan MBG yang diduga tidak layak konsumsi tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X