Tersasar hingga Makan Cempedak Warga, Dua Orangutan Akhirnya Dilepas ke Habitat Asli

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 6 November 2025 | 07:05 WIB
Translokasi orangutan induk-anak oleh tim gabungan di Ketapang, Kalbar, untuk mencegah konflik dengan warga.  (Dok. BKSDA Kalbar)
Translokasi orangutan induk-anak oleh tim gabungan di Ketapang, Kalbar, untuk mencegah konflik dengan warga. (Dok. BKSDA Kalbar)

PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG -- Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), dan PT Hutan Kencana Damai (HKD) berhasil melakukan penyelamatan dan translokasi dua orangutan, induk dan anaknya, di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (1/11/2025).

Kepala Balai KSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengatakan bahwa pemindahan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan satwa sekaligus mengurangi potensi konflik dengan warga.

Baca Juga: 20 Tahun Dirantai, Orangutan Jojo Kini Hidup Bebas di Enclosure Semi-Liar Ketapang

Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat melaporkan keberadaan orangutan yang masuk ke area perkebunan karet dan memakan buah cempedak.

“Setelah laporan diterima, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalbar bersama Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI langsung melakukan verifikasi,” terang Murlan dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).

Dari hasil pemantauan, kedua orangutan dinilai berisiko semakin sering berinteraksi dengan manusia akibat rusaknya habitat.

Atas dasar itu, tim memutuskan untuk melakukan translokasi ke lokasi yang lebih aman.

Proses evakuasi dimulai pukul 06.30 WIB.

Dokter hewan YIARI menggunakan senapan bius dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan satwa agar tetap aman dan tidak menimbulkan stres.

Setelah tertangkap dengan jaring pengaman, keduanya diperiksa kondisi kesehatannya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan induk dan anak orangutan dalam kondisi sehat dan siap dipindahkan,” ujar Murlan.

Baca Juga: Kesempatan Beasiswa Peduli Orangutan Kalbar 2025, Cek Syarat dan Jadwalnya!

Kedua satwa kemudian dibawa ke kawasan Hutan Kencana Damai yang masih terhubung dengan ekosistem asalnya.

Perjalanan menuju lokasi rilis memakan waktu sekitar tiga jam, dan masyarakat turut membantu membawa kandang ke dalam hutan.

Setelah pintu kandang dibuka, kedua orangutan langsung memanjat pohon dan bergerak menjauh, menandakan mereka siap kembali hidup liar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X