Kepala UPT SPF SD Negeri Tamamaung 1, Basora, mengatakan 383 siswanya kini tidak lagi menerima makanan bergizi.
Baca Juga: KPK Periksa Ustaz Khalid Basalamah dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
“Kalau datang kita terima, tidak datang mau bagaimana lagi. Kami berharap ke depan kebijakan ini lebih terarah,” ujarnya.
Basora menambahkan, pada Agustus lalu distribusi MBG sempat terhenti selama dua pekan sehingga sekolah meminta siswa membawa bekal sendiri dari rumah.
Kepala UPT SPF SD Negeri Karuwisi 2, Fatmasanra, menyebut pihaknya menerima surat resmi dari BGN yang menyatakan penghentian dapur hanya bersifat sementara.
“Ini menjadi pertanyaan. Mengapa ada arahan pemberhentian sementara, padahal program MBG merupakan ketentuan dari pemerintah pusat,” katanya.
Hingga kini, pihak sekolah masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan distribusi makanan bergizi bagi para siswa. ***
Artikel Terkait
CoreLab 2025 Promedia Sukses Digelar di Unesa, Mahasiswa Dibekali Skill Content Creator
Nia Ramadhani Belajar Mandiri dan Memasak di Negeri Singa, Begini Pengalamannya
Tangis di Rumah Kosong, Kisah Bayi Kecil yang Ditinggalkan di Sajingan Besar
Heboh! ID Card Wartawan CNN Indonesia Dicabut Istana, CEO Promedia Angkat Bicara
Bisnis Media Tak Akan Mati? Ini Pesan CEO Promedia di Mediapreneur Talks Surabaya
Program MBG Disorot Lagi! Kini, Jurnalis Alami Kekerasan saat Meliput di SPPG Pasar Rebo