Paparan Narasumber
Diskusi ini dipandu Michael Carlos Kodoati SFil MFil, mantan wartawan serta presenter BeritaSatu yang kini menjadi salah satu dosen di San Agustin.
Sementara itu Mahmudah dalam paparannya mengatakan tahun 2024 adalah akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalbar.
Sampai tahun 2025 Pemprov Kalbar melalui Bapedda sudah menusun dokumen perencanaan.
Baca Juga: Geger AS! Charlie Kirk Tewas Ditembak di Kampus, Trump Juga Pernah Jadi Target
“Ada tiga dokumen perencaan besar bagaimana Kalbar dalam 10 tahun ke depan. Intinya Kalbar 2045: Maju Sejahtera dan Berkelanjutan,” kata Mahmudah.
Ia menambahkan enam isu startegis yang menjadi konsentrasi dan target Pemprov Kalbar.
Keenam itu tersebut antara lain kualitas kehidupan masyarakat, IPM kita masih rendah. Saat ini derajat kesehatan masih rendah, dan persoalan kesetaraan gender.
Poin selanjutnya adalah transformasi ekonomi berkelanjutan, produktivitas juga masih rendah.
Kemudian konektivitas dan pemerataan pembangunan, lingkungan hidup dan perubahan iklim, serta tata kelola pemerintahan, yakni layanan public yang berdaya saing.
Disebutkan saat ini Bapedda sudah menyusun 17 arah Pembangunan, 8 Misi RPJJPD 2025-2045, dengan 76 indikator.
Sementara itu Muh Saichudin antara lain memaparkan trend Indikator Demografi.
Ia menyebutkan Bonus Demografi adalah usia produktif (15-65) signifikan lebih besar dibandingkan jumlah penduduk usia non-produktif (0-14) dan lansia.
“Akan ada ledakan tenaga kerja. Namun itu bisa juga berdampak positif, serta negative.” ujarnya.
Ia memaparkan saat ini berdasarkan data BPS pengangguran cenderung turun, kemiskinan bulan Maret 2025 sebanyak 6,16 persen.
Artikel Terkait
Literasi Data untuk Masa Depan Kalbar, Unika San Agustin dan BPS Jalin Kolaborasi
Kolaborasi Hijau San Agustin dan Pro Enviro, Dorong Agripreneur Muda
IBI Gandeng Unika San Agustin, Perkuat Profesi Bidan
Lowongan Dosen Agribisnis Unika San Agustin- Penempatan di Landak
Lowongan Dosen Sistem Informasi dan Bahasa Inggris di Unika San Agustin
Unika San Agustin Jajaki Kolaborasi Riset Pertanian dengan UGM dan Prasetiya Mulya