Ekonomi Global Sulit Diprediksi
Sementara itu Doni Septadijaya, KPerBI Kalbar, menyebutkan saat ini ekonomi global yang semakin sulit diprediksi.
Termasuk tarif resiprokal AS menimbulkan risiko semakin melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Perkuat Diplomasi Pariwisata Indonesia di G20 Afrika Selatan
Namun, ia masih percaya diri bahwa perekonomian Indonesia, termasuk Kalbar akan lebih baik.
Sementara itu Stefanus Akim yang menjadi penanggap kritis dalam diskusi itu mengatakan kondisi hari ini misalnya ada 90 ribu kepala keluarga belum punya rumah mandiri di Kota Pontianak.
Persoalan kesehatan di Kalbar ada campak, ada 37 pasien yang saat ini dirawat di RSUD dr Soedarso. Anak usia 9 bulan-2 tahun paling tinggi, di bawah itu justru kecil.
“Penyebab-nya karena gak mau imunisasi,” papar Stefanus Akim.
Ia juga menanggapi tentang transformasi ekonomi, yaitu ekonomi ekstraktif yang masih menjadi andalan di Kalbar.
“Sistem ekonomi ini sangat bergantung pada pemanfaatan langsung sumber daya alam (SDA), termasuk kegiatan seperti pertambangan, kehutanan, perikanan, dan pertanian, untuk menghasilkan produk mentah,” katanya.
Ia menambahkan, “Sistem semacam ini cenderung fokus pada keuntungan jangka pendek dari ekstraksi SDA tanpa memperhatikan aspek keberlanjutan, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan ketergantungan ekonomi pada fluktuasi harga komoditas di pasar global.”
Terkait Bonus Demografi, Stefanus Akim, melihat ini sebagai tantangan, termasuk bagaimana dengan kondisi ekonomi, kondisi kebijakan dan aturan pemerintah serta UU.
Ia menyebutkan misalnya UU Ketenagakerjaan yang tak berpihak terhadap kesejahteraan serta nasib karyawan.
“Hari ini Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK kepada karyawan swasta begitu mudah, apalagi bagi pegawai outserching serta karyawan kontrak.” Ungkapnya.
“UU Ciptaker, misalnya, para pekerja seolah-olah gak ada masa depan, sebab kapan pun bisa saja terjadi pemutusan hubungan kerja. Persoalannya kemudian dari waktu ke waktu tercipta generasi sandwich? Demo hari ini, tuntutan mahasiswa dan buruh antara lain menyikapi persoalan perburuhan,” kata Stefanus Akim.
Artikel Terkait
Literasi Data untuk Masa Depan Kalbar, Unika San Agustin dan BPS Jalin Kolaborasi
Kolaborasi Hijau San Agustin dan Pro Enviro, Dorong Agripreneur Muda
IBI Gandeng Unika San Agustin, Perkuat Profesi Bidan
Lowongan Dosen Agribisnis Unika San Agustin- Penempatan di Landak
Lowongan Dosen Sistem Informasi dan Bahasa Inggris di Unika San Agustin
Unika San Agustin Jajaki Kolaborasi Riset Pertanian dengan UGM dan Prasetiya Mulya