Stefanus Akim juga menyoroti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tak bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan.
“Pola sejenis BLT sudah dilakukan pada abad ke-19 di Jerman. Dan itu gagal,” kata Stefanus Akim.
Kemudian katanya muncullah ide dari Friedrich Wilhelm Raifffeisen dimana para petani, orang miskin, saling membantu.
Ide itu kemudian menjadi cikal bakal Credit Union (CU) saat ini.
“Terbukti CU di kampung-kampung, bahkan di kota sangat membantu anggota-nya,” ujar Stefanus Akim. ***
Artikel Terkait
Literasi Data untuk Masa Depan Kalbar, Unika San Agustin dan BPS Jalin Kolaborasi
Kolaborasi Hijau San Agustin dan Pro Enviro, Dorong Agripreneur Muda
IBI Gandeng Unika San Agustin, Perkuat Profesi Bidan
Lowongan Dosen Agribisnis Unika San Agustin- Penempatan di Landak
Lowongan Dosen Sistem Informasi dan Bahasa Inggris di Unika San Agustin
Unika San Agustin Jajaki Kolaborasi Riset Pertanian dengan UGM dan Prasetiya Mulya