PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Menopause secara alamiah terjadi karena adanya penurunan aktivitas ovarium yang dalam hal ini diikuti dengan penurunan terhadap produksi hormon reproduksi.
“Menopause terjadi ketika kedua ovarium (indung telur) tidak dapat lagi menghasilkan hormon estrogen (sekelompok senyawa steroid) dan progesterone (preparat hormon) dalam jumlah yang cukup untuk bisa mempertahankan siklus menstruasi,” kata dr Petrus Juntu SpOG.
Ia mengatakan diagnosis menopause dapat ditegakkan berdasarkan usia, yaitu antara usia 48 tahun hingga 49 tahun.
Setelah itu perlu ditanyakan pola haid pada wanita tersebut untuk mengetahui apakah wanita tersebut berada pada usia premenopause, perimenopause, menopause, atau pascamenopause.
Kemudian tanyakan keluhan yang muncul.
Keluhan ini biasanya disebabkan kekurangan horman E.
Beberapa keluhan jangka pendek seperti saat haid mulai tidak teratur, atau setelah tidak haid 6 bulan.
Sedangkan keluhan jangka panjang muncul bisa tidak haid lebih dari 12 bulan.
Keluhan yang paling pertama dirasakan adalah keluhan vasomotorik, seperti hot flush, rasa panas (hot flash), dan keringat dingin.
Keluhan ini dapat muncul premenopause, perimenopause, menopause, atau pascamenopause.
Berat ringannya keluhan berbeda beda pada setiap wanita.
Dokter Rumah Sakit Santo Antonius, dr Petrus Juntu Sp OG, mengemukakan, pentingnya memahami phenomena Menopause dalam Seminar Kesehatan, Sabtu 10 Juni 2023, di Gedung Paroki Keluarga Kudus, Kota Baru, Pontianak.
Seminar Kesehatan yang dipandu Iriana tersebut diadakan dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang ke-99.
Petrus Juntu memaparkan, menopause adalah istilah dari bahasa Yunani yang diambil dari kata menos, yang berarti “bulan” dan pause yang berarti “berhenti”, secara keseluruhan dapat diartikan sebagai berhentinya siklus datang bulan.
Menopause merupakan hal yang normal terjadi pada wanita, menstruasi berhenti karena secara fisologis ovarium tidak lagi memberikan respon terhadap sinyal hormon di dalam tubuh
Artikel Terkait
Tak Sekadar Enak, Ini 8 Manfaat Tempe untuk Kesehatan yang Kamu Harus Tahu
Cara Daftar BPJS Kesehatan Gratis dari Pemerintah untuk Warga Miskin dan Kurang Mampu. Cek Syarat BPJS PBI
Tak hanya Memiliki Dampak Positif Terhadap Kesehatan, Bunga Telang Ternyata Juga Ada Dampak Negatif Lho
Sejarah Rumah Sakit Antonius Pontianak Awal Berdiri, Masa Penjajahan Jepang dan Masa Pemerintahan Indonesia
Jadwal Dokter RS Antonius Pontianak 2023 Lengkap. Mulai dari Poli Jantung, Syaraf, Bedah, Umum Hingga Anak
Sejarah Rumkit Kartika Husada Pontianak Berawal dari Djawatan Kesehatan Sub Teritorium I/VI Milik Belanda