Menopause Terjadi Akibat Penurunan Aktivitas Ovarium Secara Alamiah. Begini Tips dari dr Petrus Juntu SpOG

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 11 Juni 2023 | 15:31 WIB
Paroki Keluarga Kudus, Kota Baru, Pontianak, Kalbar menggelar seminar kebangsaan dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang ke-99. Kali ini menghadirkan Dokter Rumah Sakit Santo Antonius, dr Petrus Juntu SpOG pada Sabtu 10 Juni 2023. (Pontianak Globe/Paroki Keluarga Kudus)
Paroki Keluarga Kudus, Kota Baru, Pontianak, Kalbar menggelar seminar kebangsaan dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang ke-99. Kali ini menghadirkan Dokter Rumah Sakit Santo Antonius, dr Petrus Juntu SpOG pada Sabtu 10 Juni 2023. (Pontianak Globe/Paroki Keluarga Kudus)

Dalam pengertian sehari hari, kata menopause lebih merujuk pada proses daripada momen khusus dalam siklus menstruasi.

Secara medis menopause mengacu pada satu momen khusus yaitu tanggal menstruasi terakhir.

Menurut World Health Organization (WHO) menopause diartikan sebagai tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut diakibatkan turut yang ovarium secara progresif telah gagal dalam memproduksi hormon estrogen, folikel dalam ovarium menagalami penurunan aktivitas yang dapat menyebabkan menstruasi berhenti sehingga wanita tidak mengalami menstruasi selamanya.

Dikemukakan Petrus Juntu, menopause merupakan berakhirnya masa subur atau masa reproduksi wanita dan dapat diartikan sebagai masa berakhirnya seorang wanita mendapatkan menstruasi bulannya. Menurut ilmu kedokteran seseorang dikatakan menopause apabila tidak mendapatkan perdarahan selama 12 bulan.

Keluhan jang panjang menopause adalah tulang keropos (osteoporosis), jantung koroner, dementia tipe Alzheimer, stroke, kanker usus besar, gogo rontok dan katarak.

Oleh karena itu, tindak medis yang cukup akurat untuk mengetahui gangguan diseputar menopause adalah USG. Ultrasonografi (USG) merupakan tindakan medis berupa pemindaian organ tubuh manusia menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Alat USG tersebut nantinya akan mengeluarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mencitrakan organ internal dan otot, mereka ukuran, struktur, dan luka patologi jika ada.

“Karena menopause bersifat alami, maka olah raga jalan kaki tiga kali seminggu, Tai Chi, senam osteoporosis, bersepeda dan renang secara sederhana sangat dianjurkan, selain itu perhatikan asupan kalsium yang cukup dan diet,”ujar Petrus Juntu mengingatkan peserta seminar.

Intinya, jalani pola hidup sehat, yaitu hindari merokok dan alkohol, hindari stress, cukup istirahat dan rekreasi, cukup olah raga, makan bergizi dan berimbang, hindari kegemukan, mengkonsumsi vitamin, mineral dan antioksidan. (Vincent Julipin)

* Penulis adalah mantan wartawan, kini aktif sebagai penulis lepas, aktivis pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta pekerja sosial

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X