PONTIANAKGLOBE.COM - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalbar bersama MPK SDI dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Barat menggelar kegiatan Ramadhan Talk pada Senin, 10 April 2023 yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak.
Kegiatan Talkshow ini mengangkat tema tentang "Belajar dari Muslim Uighur : Merajut Keshalehan Sosial dan Ukhuwah Islamiyah".
Kegiatan ini diikuti oleh 300 Mahasisw dan Mahasiswi UM Pontianak. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Lazismu Kalbar, Ismail Syailillah selaku Angkatan Muda Muhammadiyah dan ORTOM, serta undangan tamu Lainnya.
Baca Juga: Tokoh Lintas Agama dan Etnis di Sanggau Berkomitmen Tolak Politik Identitas Pada Pemilu 2024
Dirangkaian Kegiatan Talkshow ini juga menghadirkan Mr. Abdul Hakim Idris (Head Of Center Uyghur Studies-USA) sebagai narasumber utama dan turut hadir juga sebagai Narasumber, Mr. Hazaretali Wushur (Advocacy Managar Center for Uyghur Studies).
Pada sambutannya, Ketua Umum DPD IMM Kalbar, Fadhil Mahdi mengatakan bahwa "Agenda ini merupakan hal yang istimewa, di mana Studi Uyghur sedang tur di tujuh kota dan salah satu tujuannya adalah Kota Pontianak," ungkapnya.
Dia pun menambahkan, "Selain ebagai ajang silaturahmi, agenda ini diharapkan bisa membawa hal positif dan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi warga muhammadiyah," tambahnya.
Lebih lanjut, Fadhil juga berharap Mahasiswa sebagai agen perubahan bisa belajar dan mengambil hal positif dari pengalaman para saudara kita di Uyghur.
Baca Juga: Sarung Batik Pekalongan Dapat Sertifikat Indikasi Geografis Untuk Perlindungan Kekayaan Intelektual
Baca Juga: IPB Terima Royalti Komersialisasi Kekayaan Intelektual Dari DJKI, Cek Di Sini
Pada kesempatan yang sama, Astrid Nadya Risqita (Presiden OIC Youth Indonesia) mengajak seluruh kaum muda untuk bisa meningkatkan kepedulian antar sesama, “Kami mengajak teman-teman agar bisa semakin peduli sesama saudara tidak hanya se-bangsa dan se-tanah air, namun juga saudara kita lainnya," ujarnya.
Dia juga mengajak semua insan untuk bisa bersama melawan dan menghapuskan penjajahan kolonialisme khususnya kepada umat muslim, "Kita harus bisa menghilangkan penderitaan saudara di uighur yang dipersekusi dan diintimidasi," tambahnya.
Kata Dia, Pada tahun 2022, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 15 Maret sebagai “Hari Internasional Melawan Islamofobia"atau Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia. "Dengan adanya peringatan ini kita berharap semua penjajahan kolonialisme bisa dihapuskan," ungkapnya.
Artikel Terkait
Indosat Ooredoo Hutchison Raih Penghargaan Asian Telecom Awards Berkat ASTRID Bantu Efisiensi Kerja Karyawan
Polisi Bertindak Cepat, Langsung Tangkap Pelaku Penipuan Minta THR ke Restoran di Tambora
10 Alasan Memilih Jam Tangan Seiko dibandingkan Merek Lain
Nilai Tukar Petani Kalbar Naik 1,62 Persen Sepanjang Maret 2023, Ini Penyumbangnya
Melirik Potensi Cabai Mentoyek Landak Dengan Omset Rp325 Juta
Stok Daging Sapi, Ayam dan Telur di Kalbar Aman Jelang Idul Fitri 2023, Segini Harga Rerata Per Kilogram
IPB Terima Royalti Komersialisasi Kekayaan Intelektual Dari DJKI, Cek Di Sini
Sarung Batik Pekalongan Dapat Sertifikat Indikasi Geografis Untuk Perlindungan Kekayaan Intelektual
Loyalis Usia 94 Tahun Hadir Safari Ramadhan, Ketua DPD Golkar Kalbar Maman Abdurrahman Terharu dan Termotivasi
Tokoh Lintas Agama dan Etnis di Sanggau Berkomitmen Tolak Politik Identitas Pada Pemilu 2024