Melirik Potensi Cabai Mentoyek Landak Dengan Omset Rp325 Juta

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Senin, 10 April 2023 | 11:48 WIB
Kadis Pertanian Kalbar saat kunjungi hamparan cabai di Desa Mentoyek Landak (Sumber foto: Dinas Pertanian Kalbar)
Kadis Pertanian Kalbar saat kunjungi hamparan cabai di Desa Mentoyek Landak (Sumber foto: Dinas Pertanian Kalbar)

PONTIANAKGLOBE -- Pemprov Kalbar berharap sinergisitas penyuluh mendampingi swadaya mandiri petani terus meningkatkan produktivitas cabai sehingga bisa meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) hortikultura.

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Florentinus Anum mengatakan apalagi saat ini usaha tani cabai sangat menjanjikan memberikan keuntungan bagi petani.

"Cabai termasuk salah satu komoditi pangan strategis dan bisa menjadi penyumbang inflasi, sehingga perlu kontinuitas produksi untuk memenuhi ketersediaan agar harga cabai terus stabil," kata Florentinus Anum dilansir dari laman Dinas Pertanian Kalbar dikutip Pontianak Globe, Senin (10 April 2023).

Dia mengatakan dari sisi petani akan memberikan keuntungan yg layak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Sedangkan dari sisi konsumen atau masyarakat, harganya tidak terlalu tinggi atau dapat terjangkau, sehingga daya beli konsumen tetap terjaga.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi kawasan hamparan tanaman cabai di Desa Mentoyek Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat.

Di wilayah tersebut terdapat hamparan tanaman cabai yang di tanam di daerah lereng perbukitan, masing-masing hamparan luasnya 1 - 2 Hektare (Ha) yang digarap oleh satu orang petani.

Menurutnya, luas pengembangan cabai di Desa Mentonyek bisa mencapi sekitar 6 ha - 8 ha. Salah satu petani cabai di Desa Mentonyek milik Martinus Uwin.

Adapun luas lahan cabai Martinus mencapai 1,04 ha dengan jarak antar tanaman 80 cm dan jarak antar bedeng 2 meter. Jumlah populasi mencapai 6.500 batang cabai rawit.
Sekali panen biasa mendapat 250 kg, dan bisa dipanen 2 kali seminggu selama satu tahun.

Puncak panen hari itu bisa mencapai 681 kg, total produksi mencapai 7.235 kg dan sudah 30 kali panen dengan harga Rp45.000 yang dibeli oleh pengumpul langsung di lokasi kebun.

"Sehingga omset pendapatan yang diterima senilai Rp325,57 juta dengan hasil produksi cabai dipasarkan di beberapa pasar di kota Pontianak," kata Florentinus Anum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: Pemprov Kalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X