PONTIANAKGLOBE -- Kenaikan indeks harga hasil produksi yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang jasa yang dikonsumsi rumah tangga penyebab Nilai Tukar Petani Kalimantan Barat (Kalbar) naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan NTP Kalbar sebesar 142,38 poin atau naik sebesar 1,62% pada Maret 2023 dibandingkan Februari 2023 yang sebesar 140,12 poin.
"Penyebab lain dari kenaikan NTP juga dipengaruhi kenaikan indeks harga biaya produksi dan penambahan barang modal," kata BPS dikutip Pontianak Globe, Senin (10 April 2023).
Indeks harga hasil produksi dan indeks harga barang jasa yang dikonsumsi rumah tangga adalah dua komponen yang merupakan bagian dari indeks harga yang dibayar petani.
Komponen di dalam indeks harga yang dibayar petani mencakup sub sektor tanaman pangan, sub seuktor hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat, sub sektor peternakan dan sub sektor perikanan.
"Penyumbang terbesar indeks harga yang dibayar oleh petani ini antara lain ongkos angkut, beras, ikan tongkol, cabai rawit, parang, daging babi, karung, cabai merah, ketimun dan rokok kretek," kata BPS.
Artikel Terkait
NTP Kalbar Desember 2022 Mencapai 0,16 Persen. Ini Penyumbangnya
Kelapa Sawit dan Lada Sumbang NTP Kalbar Turun Januari 2023, Sebesar Ini
Angin Segar Petani Kakao Indonesia, Pebisnis Mesir Baru Saja Teken MoU Beli Bubuk Komoditas Itu