PONTIANAKGLOBE -- Seluruh subsektor pertanian di Kalimantan Barat menyumbang kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2022 sebesar 0,16% atau sebanyak 142,73 poin dibandingkan NTP November 2022 yang sebesar 142,50 poin.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar menyebutkan subsektor yang berkontribusi terhadap NTP Desember 2022 tersebut yakni, subsektor tanaman pangan sebesar 0,14%, subsektor hortikultura sebesar 2,28%, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,02%, subsektor peternakan sebesar 1,37% dan subsektor perikanan sebesar 0,75%.
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani
(It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP ini adalah indikator melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.
"NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," kata BPS dikutip Pontianak Globe, Kamis (12 Januari 2023).
Harga yang diterima petani (lt), menurut BPS, naik sebesar 0,43% pada Desember 2022 dibandingkan dengan November 2022 dari 162,27 poin menjadi 162,97 poin.
Adapun indeks harga yang dibayar oleh petani (lb) naik sebesar 0,27% pada 2022 dibandingkan dengan periode selama 2021 dari 113,87 poin menjadi 114,18 poin.
Sebagai informasi, NTP Kalimantan Selatan tertinggi dibandingkan 4 provinsi Kalimantan lainnya sebesar 1,31% dan terendah adalah NTP Kalimantan Utara.
Artikel Terkait
Bertemu Mentan Yassin Limpo, FAO Dukung Transformasi Pertanian dan Pedesaan Indonesia melalui Digitalisasi
Lepas Gaji Dua Digit, Petani Milenial Pangalengan Ini Bisnis Jamur Tiram
Amerika Serikat Luncurkan Resilient Coffee untuk Dukung Petani Kopi Indonesia