Menghadang Rabies di Kalbar, dari Gigitan Monyet di Singkawang hingga Kematian Anak di Landak

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 5 April 2025 | 21:03 WIB
Ilustrasi vaksin rabies untuk mencegah tertular rabies melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, monyet, dan lainnya.
Ilustrasi vaksin rabies untuk mencegah tertular rabies melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, monyet, dan lainnya.

"Sebagian besar gigitan disebabkan oleh anjing, yakni sekitar 97%. Sisanya oleh kucing dan monyet," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr Erna Yulianti.

Baca Juga: Kenapa Rabies Takut Air dan Angin ? Waspada, Ketahui Gejala dan Tanda Rabies Sobat Globe

Ia menekankan pentingnya langkah pertama penanganan gigitan: mencuci luka selama 15 menit dengan sabun di bawah air mengalir.

Lalu, secepatnya menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Serum Anti Rabies (SAR), tergantung indikasi.

Kisah yang Tak Ingin Diulang

Salah satu pertahanan paling efektif melawan rabies adalah vaksinasi pada hewan penular rabies, terutama anjing.

Namun, realisasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Di Kabupaten Landak, jumlah populasi anjing mencapai lebih dari 34 ribu ekor.

Sementara itu, dosis vaksin yang tersedia hanya sekitar 6.150. Dengan keterbatasan ini, hanya 60 persen anjing yang bisa divaksin setiap tahun.

"Kami hanya memiliki 23 petugas vaksinasi di seluruh wilayah Landak," ungkap Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Landak, Sahbirin.

Ia berharap masyarakat proaktif membawa hewan peliharaannya untuk divaksin, bukan menunggu saat ada masalah.

Menghadapi bahaya rabies, tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan atau petugas vaksinasi.

Butuh keterlibatan aktif seluruh masyarakat. Kesadaran untuk melaporkan gigitan hewan, menjaga hewan peliharaan tetap sehat, dan mengikuti vaksinasi rutin adalah kunci.

Kadinkes Kalbar, dr Erna Yulianti, juga menekankan pentingnya penandaan hewan peliharaan, sehingga lebih mudah dilacak jika terjadi insiden.

Selain itu, Dinkes provinsi telah mendistribusikan VAR dan SAR ke seluruh kabupaten/kota serta aktif melakukan kampanye edukasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X