PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Saat pagi baru saja menyapa Kelurahan Bukit Batu di Kota Singkawang, suasana tenang mendadak berubah.
Seorang warga dilaporkan digigit seekor monyet di Gang Al-Amin.
Baca Juga: Masa Inkubasi dan Sumber Penularan Rabies atau Penyakit Anjing Gila
Tak pelak, kejadian ini langsung menyedot perhatian.
Masyarakat khawatir, bukan hanya karena luka yang ditimbulkan, tetapi lebih dari itu, ancaman rabies yang membayangi.
Namun, kabar baik datang dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Singkawang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Hendry Aprianto, memastikan korban dalam kondisi stabil dan tidak mengalami luka serius.
"Sudah ditangani dengan vaksin rabies tahap pertama, dan dijadwalkan kembali untuk vaksin kedua pada 7 April di Puskesmas Tengah II," ujarnya.
Walau demikian, kejadian ini menjadi alarm bahwa ancaman rabies tak hanya datang dari anjing, tetapi juga satwa lain seperti monyet.
Dinkes pun mengingatkan warga untuk waspada dan segera melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami gigitan hewan liar atau peliharaan.
Ketika Gigitan Menjadi Maut
Singkawang mungkin bisa bernapas lega, tapi tidak demikian halnya dengan warga Kabupaten Landak.
Di sana, dalam kurun waktu tiga bulan pertama tahun 2025, tiga nyawa melayang akibat rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing.
Salah satu kasus yang mencabik hati datang dari Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila.
Artikel Terkait
Daftar Hewan yang Bisa Menyebabkan Rabies Selain Anjing ! Apakah Kucing Bisa Menularkan Rabies ?
Cara Penularan Rabies atau Penyakit Anjing Gila Ternyata Ini. Tak Cuma Efek Dari Gigitan Anjing Rabies
Apakah Orang yang Terkena Rabies Bisa Sembuh ? Wajib Tahu Nih, Perawatan Akibat Digigit Anjing Rabies
Ternyata Rabies Masuk ke Indonesia Sejak Tahun 1884, Begini Alasan Virus Ini Sangat Mematikan
10 Ciri-ciri Anjing Kesayangan Kamu Terkena Rabies, Kenali Agar Kamu Waspada Sejak Dini
Rabies, Penyakit Anjing yang Paling Berbahaya dan Sebabkan Kematian