Tanpa representasi politik yang memadai, suara mereka mulai dikesampingkan dari percakapan politik nasional.
Proses marginalisasi ini berlanjut hingga jatuhnya rezim Orde Baru.
Baca Juga: Raih Juara 2 Pemilihan Putra-Putri Dayak Se-Kalimantan, ini Cerita Laras
Setelah itu, politisi Dayak mulai bangkit kembali, berjuang untuk merebut kembali posisi dan pengaruh yang hilang.
Kebangkitan ini menyoroti ketahanan dan tekad masyarakat Dayak untuk kembali terlibat dalam politik dan memperjuangkan hak-hak mereka di tingkat nasional.
Secara historis, PPD menjadi bukti bahwa masyarakat Dayak memiliki tradisi literasi politik yang kaya.
Keberhasilan PPD di masa lalu harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dan mendatang untuk terus mengembangkan potensi politik mereka.
Para pemimpin, cendekiawan, dan pelaku politik Dayak masa kini seharusnya belajar dari keberhasilan PPD dalam memperkuat citra dan kehadiran komunitas Dayak di panggung nasional.
Meskipun jumlah penduduknya terbatas, suku Dayak berhasil mendirikan partai politik yang signifikan.
Hal ini menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan politik dan pengakuan identitas etnis mereka dalam wacana nasional.
Narasi seputar PPD dan perjalanan politiknya menggarisbawahi pentingnya meningkatkan literasi politik dan membangun jaringan serta platform yang kuat agar suara dan hak-hak komunitas Dayak tetap diperjuangkan dalam politik Indonesia yang lebih luas.
Dengan memahami sejarah dan dinamika politik yang melibatkan PPD, kita dapat mengambil pelajaran berharga.
Pelajaran ini menyoroti pentingnya keberanian dan kolaborasi untuk memperkuat identitas etnis.
Meskipun memperoleh pengaruh dan representasi di tingkat nasional masih menjadi tantangan, ini adalah tugas yang harus diemban oleh generasi baru untuk memastikan suara masyarakat Dayak tetap didengar dan diakui dalam perjalanan politik Indonesia yang terus berkembang. ***
Artikel Terkait
Bikin Merinding! Begini Profil Tri Natalia Urada, Perempuan Dayak Asal Toho Kalbar Mendapat Tugas Baca Doa Umat di Hadapan Paus Fransiskus
Budayawan Dayak Yohanes S Laon Sebut Prinsip Kearifan Pemimpin dalam Spiritualitas Dayak, Melampaui Kekuasaan dan Ambisi
Tegas! Majelis Adat Dayak Minta Putra Dayak Jadi Menteri di Pemerintahan Prabowo-Gibran
3 Tokoh Dayak di Lingkaran Kekuasaan dari Bos Intelijen hingga Wakil Menteri. Bagaimana Peluangnya di Era Prabowo Subianto?
MADN dan DAD Protes! Tokoh Masyarakat Dayak Tak Terakomodir di Kabinet Prabowo-Gibran
Dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Latih Karang Taruna Desa Boti dalam Kepemimpinan dan Pelestarian Budaya Dayak Jawant Sekadau