3 Tokoh Dayak di Lingkaran Kekuasaan dari Bos Intelijen hingga Wakil Menteri. Bagaimana Peluangnya di Era Prabowo Subianto?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 19:16 WIB
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong (ppid.menlhk.go.id)
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong (ppid.menlhk.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Prabowo Subianto tengah memanggil sejumlah tokoh untuk diangkat menjadi menteri atau wakil menteri dalam kabinetnya.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada tokoh Dayak yang dipanggil.

Baca Juga: Kisah Tragis Maria, Terjebak Perdagangan Manusia Bermodus Lowongan Kerja di Medsos

Padahal, pada Pilpres 2024, Prabowo mendapat dukungan signifikan dari masyarakat Dayak, termasuk dari tokoh berpengaruh seperti Panglima Jilah.

Dukungan ini menunjukkan harapan besar masyarakat Dayak agar keterwakilan mereka semakin kuat dalam pemerintahan.

Sebelumnya, ada beberapa tokoh Dayak yang pernah berada di lingkaran kekuasaan pemerintah Indonesia, salah satunya Alue Dohong, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Alue Dohong mewakili masyarakat Dayak yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan.

Baca Juga: Daftar Lengkap Tokoh Politisi dan Publik Figur yang Temui Prabowo di Kertanegara

Sebelumnya, ia adalah pejabat di Badan Restorasi Gambut (BRG).

"Saya kira dalam sejarah Indonesia merdeka, baru kali ini orang Dayak mendapat tawaran posisi dalam kabinet," ujar kala itu. 

Namun, jauh sebelum Alue Dohong, ada dua tokoh Dayak yang pernah berada di lingkaran kekuasaan. Berikut profil mereka.

1. Marsekal Pertama TNI Tjilik Riwut

Tjilik Riwut adalah Gubernur Pertama Kalimantan Tengah (1959-1967) dan seorang pejuang yang dikenal sebagai "orang hutan" karena lahir dan dibesarkan di belantara Kalimantan.

Ia merupakan putera Dayak Ngaju yang menjadi anggota KNIP dan melampaui batas kesukuan untuk menjadi salah satu pejuang bangsa.

Tjilik memimpin Operasi Penerjunan Pasukan Payung Pertama dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada 17 Oktober 1947, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pasukan Khas TNI-AU.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X