Ia juga dikenal sebagai orang yang pertama kali mengusulkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya, mengingat posisi Palangkaraya yang berada di tengah Indonesia dan lebih aman dari ancaman eksternal.
Tjilik sangat disukai oleh Presiden Soekarno dan mendapatkan pangkat Marsekal Pertama Kehormatan TNI-AU atas jasanya.
2. Letnan Jenderal TNI Zaini Azhar (ZA) Maulani
ZA Maulani adalah mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) pada era Presiden BJ Habibie.
Lahir pada 6 Januari 1939 di Marabahan, Kalimantan Selatan, ia berasal dari suku Dayak Bakumpai, yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di pedalaman Kalimantan.
Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) pada 1961.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Command and General Staff College, Pakistan pada 1971, serta Lemhanas pada 1982.
Selama kariernya, Maulani menjabat Panglima Kodam VI Tanjungpura, Sekretaris Jenderal Departemen Transmigrasi, dan staf ahli Menristek/BPPT.
ZA Maulani meninggal dunia pada 5 April 2005 di usia 66 tahun, meninggalkan warisan sebagai salah satu tokoh penting asal Dayak yang berkiprah di dunia intelijen Indonesia. ***
Artikel Terkait
Raih Juara 2 Pemilihan Putra-Putri Dayak Se-Kalimantan, ini Cerita Laras
Gong Berkumandang, Gawai Dayak XI di Sintang Kalbar Resmi Dimulai
Mengenang Pastor Jacques Maessen SMM, Kontribusi Besar untuk Budaya Dayak dan Kain Tenun Ikat Sintang
Bikin Merinding! Begini Profil Tri Natalia Urada, Perempuan Dayak Asal Toho Kalbar Mendapat Tugas Baca Doa Umat di Hadapan Paus Fransiskus
Budayawan Dayak Yohanes S Laon Sebut Prinsip Kearifan Pemimpin dalam Spiritualitas Dayak, Melampaui Kekuasaan dan Ambisi
Tegas! Majelis Adat Dayak Minta Putra Dayak Jadi Menteri di Pemerintahan Prabowo-Gibran