Program Prabowo untuk Rakyat Miskin, 20 Kg Beras Gratis dan Bantuan Tunai untuk 18,3 Juta Keluarga

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 3 Juni 2025 | 06:59 WIB
Presiden Prabowo Subianto merespons langsung keluhan buruh soal pajak penghasilan dalam pidatonya saat peringatan Hari Buruh 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Mei 2025. (Setpres)
Presiden Prabowo Subianto merespons langsung keluhan buruh soal pajak penghasilan dalam pidatonya saat peringatan Hari Buruh 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Mei 2025. (Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan dalam skala besar kepada masyarakat rentan.

Sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima beras gratis sebanyak 20 kg serta bantuan tunai Rp400.000, yang diberikan selama bulan Juni dan Juli 2025.

Baca Juga: Kekerasan di Kemayoran! Mantan Suami Siram Air Keras ke Mantan Istri dan Pasangannya

Program ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi nasional yang diarahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, guna memperkuat daya tahan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, bantuan diberikan dalam bentuk 10 kg beras dan Rp200.000 tunai per bulan, selama dua bulan.

Penyaluran dimulai pada bulan Juni.

“Penebalan bantuan sosial ini diberikan kepada 18,3 juta KPM penerima Program Kartu Sembako. Mereka akan mendapatkan tambahan uang tunai Rp200 ribu per bulan selama dua bulan, serta bantuan beras masing-masing 10 kg per bulan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (2/6).

Bantuan ini menyasar kelompok masyarakat paling miskin dan rentan, yang telah terdaftar dalam sistem bantuan sosial nasional.

Baca Juga: 16 Mahasiswa Trisakti yang Terlibat Demo Ricuh Dipulangkan, Proses Hukum Lanjut

Pemerintah menilai, selain bantuan uang tunai, kebutuhan pokok seperti beras tetap menjadi prioritas dalam menjaga daya beli rumah tangga.

Harga Gabah Petani Tetap Dilindungi

Pemerintah juga memastikan bahwa program bantuan pangan ini tidak akan berdampak negatif terhadap harga beras di tingkat petani.

Perlindungan terhadap konsumen tetap dilakukan tanpa mengorbankan kesejahteraan produsen.

“Pak Menteri Pertanian akan memastikan penyaluran beras untuk keluarga miskin tidak menyebabkan harga beras turun di tingkat petani,” jelas Sri Mulyani.

Ia menambahkan, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara harga beras yang terjangkau untuk masyarakat perkotaan dan nilai tukar yang menguntungkan bagi petani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X