PONTIANAKGLOBE.COM, SUKABUMI -- Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah menyebabkan 5 orang meninggal dunia, sementara 4 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektor, menetapkan tiga kecamatan dalam status tanggap darurat, yakni Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong.
Baca Juga: 156 KK Dievakuasi Akibat Banjir di Purwakarta: Tanggul Jebol, Jatiluhur Terendam
Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini telah berdampak luas di wilayah Sukabumi:
Meski banjir telah surut sepenuhnya, tim SAR gabungan masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya tanggap darurat, terutama pencarian korban hilang.
"Kami masih berupaya mencari korban yang hilang dan melakukan langkah-langkah pemulihan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya, Minggu (10/3).
Untuk mempercepat pencarian korban serta pemulihan pasca-bencana, pemerintah telah menerjunkan alat berat seperti ekskavator dan mengaktifkan tiga posko darurat.
"Pemerintah kabupaten telah mengerahkan alat berat dan menyiapkan posko darurat guna menangani dampak bencana ini," tambah Abdul.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. ***
Artikel Terkait
Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Sambas, Singkawang, dan Landak, Satu Anak Tenggelam
Banjir di Menyuke Kalimantan Barat, Jalan Raya Lumpuh, Fasilitas Umum dan Pemukiman Warga Terendam
Banjir dan Jalan Berlubang di Teluk Lais Picu Kemacetan Panjang di Trans Kalimantan, Sopir Keluhkan Kondisi Jalan
Banjir Jakarta Rendam 122 RT, Gus Ipul Pastikan Bantuan dan Perbaikan Rumah
Banjir Bekasi 3 Meter, Menteri Ara Tawarkan Relokasi Warga ke Lokasi yang Lebih Aman
156 KK Dievakuasi Akibat Banjir di Purwakarta: Tanggul Jebol, Jatiluhur Terendam