156 KK Dievakuasi Akibat Banjir di Purwakarta: Tanggul Jebol, Jatiluhur Terendam

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 10 Maret 2025 | 09:34 WIB
Potret video amatir bencana banjir di Sukabumi, Jawa Barat. (X.com @BrigitNamida)
Potret video amatir bencana banjir di Sukabumi, Jawa Barat. (X.com @BrigitNamida)

PONTIANAKGLOBE.COM, PURWAKARTA -- Banjir melanda Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, setelah tanggul Sungai Cinangka jebol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, 8 Maret 2025.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir yang merendam permukiman warga terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan tanggul Sungai Cinangka tak mampu menahan debit air.

Baca Juga: Eiger Adventure Land Disegel, Dugaan Pelanggaran Lingkungan dan Sorotan Perizinan, Ternyata Dibangun Era Bupati Ade Yasin dan Diresmikan Sandiaga Uno

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa sebanyak 156 kepala keluarga (KK) telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman oleh tim gabungan.

"Tercatat 156 keluarga berhasil diungsikan oleh tim petugas gabungan di Purwakarta ke tempat yang lebih aman," ujar Abdul dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (9/3).

Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: Paus Fransiskus Mengangkat Pater Bernardus Bofitwos Baru OSA, sebagai Uskup Timika, Begini Profil-nya

Tim SAR BPBD juga tengah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi mengingat potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada dasarian kedua Maret 2025 (11-20 Maret).

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan.

Baca Juga: Paula Verhoeven Bagikan Momen Kebersamaan dengan Kedua Anaknya, dari Keceriaan hingga Kesedihan

"Pembersihan aliran drainase dan sungai, menyiapkan tim siaga bencana tingkat desa, serta memperhatikan kondisi cuaca di daerah masing-masing harus terus dilakukan," tegas Abdul.

Pemerintah dan warga diharapkan tetap waspada dan mengambil langkah mitigasi guna mengurangi dampak bencana di wilayah rawan banjir. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X