"Keputusan ini sepenuhnya diserahkan kepada ibu kami, karena restu beliau sangat penting," jelasnya.
Selain mendapatkan dukungan dari ibunya, Gus Ibin juga merasa ada banyak masalah di Nganjuk yang perlu diatasi, seperti pengangguran, kemiskinan, dan pengembangan sektor pertanian serta kesehatan.
"Kami ingin memperbaiki sektor pertanian di Nganjuk yang merupakan sumber utama hasil pertanian," ungkapnya.
CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, menambahkan bahwa di era digital saat ini, terdapat banyak peluang untuk mendukung kemandirian ekonomi.
"Keahlian dalam membuat konten, baik teks maupun video, kini menjadi sangat menjanjikan. Dengan modal sederhana seperti HP, serta pelatihan yang tepat, potensi monetisasi bisa maksimal," katanya.
Agus juga menyarankan agar Promedia Teknologi Indonesia berkolaborasi untuk membangun inkubator content creator di Nganjuk.
"Jika setiap desa memiliki inkubator content creator, ini akan membuka banyak peluang kerja baru," tutupnya. ***
Artikel Terkait
Bertekad Bantu UMKM Naik Kelas, Promedia dan Kemenkop Kolaborasi Bangun Megaportal PLUT-KUMKM
Promedia Teknologi dan UIN Muhammad Yunus Batusangkar Kerjasama Praktik Media Online
Waspada! Marak Kasus Penipuan Mengatasnamakan Promedia Mengemuka di Lini Masa Media Sosial. Pospro Teknologi Indonesia Bukan Bagian Promedia Teknologi
Bank Jateng Apresiasi Komitmen Promedia Teknologi: Wujudkan Media Daring yang Sehat dan Berkualitas
Ayo Media Network dan Promedia Siap Bawa 1.200 Jaringan Media Promosikan Wisata Sumsel ke Seluruh Indonesia
Terima Audensi Jaringan Promedia, Bupati Sergai Harapkan Media Berkontribusi Positif dalam Pembangunan Daerah