Setelah Mendapat Restu Ibu, Gus Ibin Siap Bertarung di Pilkada Nganjuk

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Jumat, 26 Juli 2024 | 20:11 WIB
Gus Muhammad Muhibbin Nur atau biasa dikenal sebagai Gus Ibin saat menerima kunjungan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, dan Direktur SketsaNusantara.id di rumahnya di Loceret, Nganjuk pada 18 Juli 2024. Gus Ibin siap berkompetisi dalam Pilkada 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Gus Muhammad Muhibbin Nur atau biasa dikenal sebagai Gus Ibin saat menerima kunjungan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, dan Direktur SketsaNusantara.id di rumahnya di Loceret, Nganjuk pada 18 Juli 2024. Gus Ibin siap berkompetisi dalam Pilkada 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, NGAJUK -- Gus Muhammad Muhibbin Nur, atau biasa dikenal sebagai Gus Ibin, seorang pemuda dari Nganjuk, kini siap berkompetisi dalam Pilkada 2024.

Latar belakangnya yang berasal dari keluarga pesantren memberikan dasar ilmu agama yang kuat.

Baca Juga: Imam Supandi Ungkap Alasan Maju di Pilkada Malang, Fokus pada Pendidikan dan Ekonomi

Selama ini dia banyak menghabiskan waktu dengan mengajar santri di Pondok Pesantren Al-Mardliyah Mojosari, Loceret, Nganjuk.

Gus Ibin adalah anak keempat dari KH Muhammad Nur dan Ibu Nyai H Maulidiyyatul Ummayyah, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mardliyah.

Pondok pesantren ini termasuk salah satu yang tertua di Nganjuk dan telah melahirkan banyak ulama terkenal.

Keluarga Gus Ibin fokus pada penyebaran nilai-nilai agama dan umumnya menjauhi politik.

Awalnya, Gus Ibin tidak berniat untuk mencalonkan diri sebagai bupati Nganjuk.

Dia mengungkapkan bahwa keputusan untuk maju dalam Pilkada 2024 baru diambil tiga bulan lalu.

Baca Juga: PDI-P Usung Jeffray Edward dalam Kontestasi Pilkada Sintang

"Tiga bulan lalu saya belum berpikir untuk mencalonkan diri sebagai bupati Nganjuk," ujarnya dalam diskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, dan Direktur SketsaNusantara.id di rumahnya di Loceret, Nganjuk pada 18 Juli 2024.

Gus Ibin yang lahir pada tahun 1984 ini menjelaskan bahwa para kyai dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengusulkan agar calon bupati Nganjuk berasal dari kalangan pondok pesantren.

Awalnya, bukan dirinya yang dimaksud, tetapi orang lain dari pondok mereka.

Setelah pembicaraan tersebut, perwakilan datang ke pondok untuk membahas lebih lanjut dan menyerahkan keputusan kepada ibunya.

Dia menyatakan bahwa setelah dua minggu, ibunya memberikan restu untuk maju sebagai calon bupati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: ProMedia Teknologi, SketsaNusantara.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X