Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pada masa penjajahan Belanda, HBS merupakan penggabungan antara sekolah menengah pertama dan atas dalam satu paket.
HBS hanya bisa diikuti oleh orang Belanda dan elit pribumi.
Ada juga Algemeene Middelbare School (AMS) yang masa belajarnya selama tiga tahun, dan hanya ada di ibu kota provinsi besar.
Nama AMS berubah menjadi Sekolah Menengah Tinggi (SMT) pada masa Jepang.
Setelah kemerdekaan, SMT berubah menjadi Sekolah Menengah Oemoem Atas (SMOA) dan pada 1950, diubah menjadi SMA.
Sekolah rakyat yang digagas oleh Prabowo Subianto merupakan langkah untuk melanjutkan misi pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama untuk keluarga yang kurang mampu, seperti yang telah dilaksanakan di masa lalu. ***
Artikel Terkait
2025 Jadi Tahun Kelahiran Generasi Beta, Simak Kilas Balik Tren Istilah Viral dari Gen Alpha hingga Gen Z
Prabowo Tepati Janji, Makan Bergizi Gratis Hari Pertama Mulai Tersebar di 26 Provinsi
Shin Tae-yong Resmi Dipecat, Erick Thohir Ungkap Alasan. Begini Rekam Jejak STY
Setelah Lima Tahun, Shin Tae-yong Berpisah dengan Timnas, Ini Pesan Terakhir STY
Kisah Perjalanan Zhao Lusi, Artis China Menghadapi Kekerasan dan Depresi Sejak Remaja
Jateng Beri Diskon Pajak Kendaraan Hingga 20 Persen, Segera Manfaatkan Sebelum 3 Maret 2025 dan Simak Syaratnya