Dulu Dikhususkan untuk Kaum Elit, Sekolah Rakyat Kini Dibangun Prabowo untuk Keluarga Tidak Mampu, Ini Keunggulannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 6 Januari 2025 | 15:56 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana bangun ‘Sekolah Rakyat’ di Indonesia. (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana bangun ‘Sekolah Rakyat’ di Indonesia. (Instagram.com/@prabowo)

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Pada masa penjajahan Belanda, HBS merupakan penggabungan antara sekolah menengah pertama dan atas dalam satu paket.

Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Mulai Diterapkan di 26 Provinsi: Begini Cara Daftar Jadi Mitra dan Penerima Manfaat Program Ini

HBS hanya bisa diikuti oleh orang Belanda dan elit pribumi.

Ada juga Algemeene Middelbare School (AMS) yang masa belajarnya selama tiga tahun, dan hanya ada di ibu kota provinsi besar.

Nama AMS berubah menjadi Sekolah Menengah Tinggi (SMT) pada masa Jepang.

Setelah kemerdekaan, SMT berubah menjadi Sekolah Menengah Oemoem Atas (SMOA) dan pada 1950, diubah menjadi SMA.

Sekolah rakyat yang digagas oleh Prabowo Subianto merupakan langkah untuk melanjutkan misi pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama untuk keluarga yang kurang mampu, seperti yang telah dilaksanakan di masa lalu. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X