Sekolah pada zaman itu hanya diperuntukkan bagi golongan-golongan tertentu, sedangkan masyarakat biasa baru mulai mengenal pendidikan dasar seperti membaca dan berhitung secara perlahan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Resmi Dipecat, Erick Thohir Ungkap Alasan. Begini Rekam Jejak STY
Berikut adalah ulasan singkat mengenai jenjang pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan, yang dikenal dengan sebutan "sekolah rakyat":
Sekolah Dasar (SD)
Pada masa penjajahan Belanda, setara dengan SD adalah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), yang mulai beroperasi pada tahun 1914.
Sedangkan Europeesche Lagere School (ELS) berdiri lebih awal pada 1817.
Di masa penjajahan Jepang, Sekolah Rakyat (SR) mulai eksis dan kemudian diubah menjadi SD pasca kemerdekaan pada 13 Maret 1946.
Baca Juga: Prabowo Tepati Janji, Makan Bergizi Gratis Hari Pertama Mulai Tersebar di 26 Provinsi
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan menengah disebut Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).
Ada juga Hoogere Burgerschool (HBS) yang pada awalnya hanya diperuntukkan bagi warga Belanda.
HBS akhirnya dibuka bagi pribumi pada tahun 1874.
Setelah kemerdekaan, MULO berubah menjadi SMP pada 13 Maret 1946.
Nama SMP kemudian diganti menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada 1994, dan kembali menjadi SMP pada 2003.
Artikel Terkait
2025 Jadi Tahun Kelahiran Generasi Beta, Simak Kilas Balik Tren Istilah Viral dari Gen Alpha hingga Gen Z
Prabowo Tepati Janji, Makan Bergizi Gratis Hari Pertama Mulai Tersebar di 26 Provinsi
Shin Tae-yong Resmi Dipecat, Erick Thohir Ungkap Alasan. Begini Rekam Jejak STY
Setelah Lima Tahun, Shin Tae-yong Berpisah dengan Timnas, Ini Pesan Terakhir STY
Kisah Perjalanan Zhao Lusi, Artis China Menghadapi Kekerasan dan Depresi Sejak Remaja
Jateng Beri Diskon Pajak Kendaraan Hingga 20 Persen, Segera Manfaatkan Sebelum 3 Maret 2025 dan Simak Syaratnya