Idealisme Saja Tak Cukup, Pers Juga Butuh Bisnis yang Sehat

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Senin, 24 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Media di Persimpangan: Ketika Idealisme Tak Cukup Membayar Gaji
Media di Persimpangan: Ketika Idealisme Tak Cukup Membayar Gaji

Karena itu, saya tidak melihat creator sebagai musuh wartawan. Saya juga tidak melihat media sosial sebagai musuh perusahaan pers.

Yang harus berubah adalah cara kita melihat industri ini.

Wartawan masa depan mungkin tidak cukup hanya pandai menulis. Ia harus mampu membuat video, berbicara di depan kamera, memahami algoritma, membangun komunitas, dan memiliki audiensnya sendiri.

Namun, ada satu hal yang tidak boleh hilang: disiplin jurnalistik.

Sebaliknya, perusahaan pers juga tidak bisa selamanya menggantungkan hidup pada traffic website dan banner advertising.

Perusahaan pers harus mulai membangun ekosistem: publisher, creator, video, podcast, komunitas, event, media sosial, live commerce, creative services, data, hingga berbagai model transaksi baru.

Bukan berarti pers berubah menjadi sekadar pedagang.

Justru bisnis yang sehat diperlukan agar redaksi tidak selalu hidup dalam ketergantungan.

Kita juga harus berhenti menganggap bisnis sebagai kata kotor dalam dunia pers. Media yang tidak memiliki bisnis yang sehat justru lebih mudah kehilangan independensinya.

Ketika pendapatan tidak cukup, selalu ada risiko bergantung kepada pemilik modal, pemerintah, pengiklan, kepentingan politik, atau siapa pun yang bersedia membiayainya.

Karena itu, idealisme dan bisnis seharusnya tidak ditempatkan sebagai dua musuh yang saling berhadapan.

Idealisme menghasilkan sesuatu yang sangat mahal dalam industri media: kepercayaan.

Kepercayaan melahirkan audiens. Audiens melahirkan pengaruh. Dan pengaruh sebenarnya mempunyai nilai ekonomi.

Masalahnya, banyak media belum berhasil mengubah rantai tersebut menjadi model bisnis yang sehat.

Jadi, mungkin yang gagal bukan idealismenya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KAMMI Tolak Rencana Aksi AMPB di DPR pada 27 Agustus

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:30 WIB

MBG Perlu Evaluasi Model, Bukan Sekadar Dapur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB
X