PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR -- Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memicu kekhawatiran. Sejumlah akses jalan dilaporkan mengalami kerusakan dan terancam putus setelah rangkaian gempa susulan masih terjadi.
Sebelumnya, gempa utama bermagnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Baca Juga: KIPP Perkuat Mitigasi Karhutla di Kayong Utara, Warga Dilatih hingga Dukung Operasi Pemadaman
Gempa susulan kembali terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan kekuatan hingga M 5,8 berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Jalur Trans Flores Terancam Putus
Salah satu akses yang terdampak adalah jembatan di jalur Trans Flores bagian utara, Manggarai Timur, NTT.
Kondisi tersebut terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @muhammadnur4721 pada Kamis, 20 Agustus 2026.
“Keadaan Jembatan Dampek, jalan Pantura, Reo-Dampek Kota, tidak bisa dilewati keadaan bermuatan berat,” ujar perekam video.
Dalam rekaman tersebut, permukaan aspal terlihat retak dan pecah. Sejumlah bagian jalan bahkan tampak terbelah hingga memperlihatkan rongga di bawah permukaan.
Retakan juga terlihat di sisi jalan sehingga jalur menjadi lebih sempit dan berisiko bagi kendaraan yang melintas.
“Ini sudah berongga di dalamnya, harus hati-hati melewati jalan ini karena gempa susulan terus terjadi,” ujar perekam.
Baca Juga: Pria Diduga Gangguan Jiwa Serang Pengendara Motor di Lenteng Agung, Polisi Turun Tangan
Kendaraan Bermuatan Berat Dilarang Melintas
Dalam video tersebut terlihat kendaraan Basarnas dan sejumlah kendaraan lain melintas dengan hati-hati di jalur yang mengalami kerusakan.
“Jembatan masih utuh, cuma pas masuk jembatan retak berlubang,” jelasnya.
Artikel Terkait
Kemenkes Bangun RS Lapangan di Manggarai Pascagempa M7,7, Siapkan hingga 100 Tempat Tidur
Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Viral Dugaan Modus Gesek Nomor Rangka Mobil di Parkiran GBK, Polisi Turun Tangan
Optik Pontianak Rayakan 17 Tahun dengan Aksi Sosial dan Perluasan Usaha
BPIH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta, tapi Bipih Jemaah Turun
Warga Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan pada 2009