Media Tidak Mati, Model Bisnisnya yang Berubah
Di sinilah kita perlu membedakan antara media dan perusahaan pers.
Media sebenarnya tidak sedang mati. Justru sebaliknya, media sedang berkembang sangat pesat.
Hari ini hampir setiap orang bisa menjadi media. Satu orang dengan smartphone dapat memproduksi informasi, membangun audiens hingga jutaan orang, memengaruhi keputusan publik, bahkan menghasilkan pendapatan yang mungkin lebih besar daripada perusahaan pers dengan belasan karyawan.
Kita boleh menyebut mereka influencer, KOL, YouTuber, TikToker, podcaster, atau content creator. Namun, secara fungsi, mereka melakukan sebagian pekerjaan yang selama puluhan tahun menjadi kekuatan media: memproduksi pesan, mendistribusikannya, membangun audiens, dan memengaruhi publik.
Tentu pers berbeda.
Jurnalisme memiliki proses verifikasi, kode etik, tanggung jawab, dan disiplin profesi. Nilai-nilai tersebut tidak boleh dibuang hanya karena zaman berubah.
Justru di situlah kekuatan pers.
Namun, industri pers juga jangan terjebak pada anggapan bahwa hanya perusahaan pers yang berhak disebut media.
Ketika masyarakat membuka TikTok atau YouTube, mereka tidak selalu bertanya apakah informasi tersebut dibuat oleh perusahaan pers atau seorang creator. Mereka lebih sering bertanya: menarik atau tidak, berguna atau tidak, dan yang paling penting, bisa dipercaya atau tidak.
Maka, pertarungan media hari ini bukan lagi semata-mata soal siapa paling cepat membuat berita.
Pertarungannya adalah attention dan trust.
Creator sering unggul dalam attention. Pers seharusnya unggul dalam trust.
Jika dua kekuatan itu bisa dipertemukan, di situlah salah satu peluang masa depan media.
Wartawan Harus Beradaptasi
Artikel Terkait
Ayah Kandung Jadi Tersangka, Begini Sikap MRP Sebelum Kasus Kematian Julia Terungkap
Kebakaran Pasar Sungai Duri Hanguskan 50 Ruko, Kerugian Capai Rp70 Miliar
Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca Mobil di Area Harimau, Tuai Kecaman
Ketua Panitia: Pelantikan Pengurus Inkai Kota Pontianak Jadi Momentum Perkuat Organisasi dan Prestasi
KAMMI Tolak Rencana Aksi AMPB di DPR pada 27 Agustus
Bang Japar Tegaskan Komitmen Jaga Jakarta, Ajak Warga Hindari Provokasi