Wacana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional bukan hal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, topik ini kerap muncul dan menimbulkan perdebatan publik.
Sebagian pihak menilai Soeharto berjasa besar dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas politik nasional, terutama pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an.
Namun, sebagian lain mengingatkan adanya catatan pelanggaran hak asasi manusia, pembatasan kebebasan pers, serta praktik korupsi di masa pemerintahannya.
Setiap tahun, menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, pemerintah melalui Kementerian Sosial melakukan seleksi terhadap tokoh-tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Baca Juga: Gibran Dituding Lewatkan Momentum Kepemudaan, Roy Suryo Beri Sindiran Pedas
Proses ini melibatkan Tim Peneliti, Pengkaji, dan Penilai Gelar Pahlawan Nasional (TP3PN) yang terdiri atas sejarawan, akademisi, dan perwakilan lembaga negara.
Hasil kajian tersebut kemudian diajukan kepada Presiden untuk mendapat persetujuan akhir.***
Artikel Terkait
Soeharto dan Rubini Natawisastra Dari Kalbar Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Pasca Unggul dalam Quick Count: Begini Kata Mantan Menantu Presiden Soeharto Tersebut
Prabowo Subianto Hadiri Syukuran Ulang Tahun ke-65 Titiek Soeharto, Begini Suasana saat Pemberian Potongan Tumpeng Pertama Kali
Profil Lengkap Anggika Bolsterli, Aktris Muda yang Resmi Menikah dengan Omar Armandiego Soeharto
Purbaya Singgung Era Orba, Soeharto Kuat Karena Bisa Jaga Inflasi
MBG Prabowo Ternyata Bukan Gagasan Baru? Hasan Nasbi Sebut Sudah Ada di Zaman Soeharto