PONTIANAKGLOBE -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menetapkan lima pahlawan nasional dari daerah yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.
Adapun kelima tokoh itu adalah almarhum Dr. dr. H. R. Soeharto dari Provinsi Jawa Tengah. Dia merupakan dokter pribadi dari Presiden Soekarno. Salah satu karya monumentalnya adalah mendirikan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan sekarang yang dikenal Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Tokoh kedua mendapat gelar pahlawan nasional adalah almarhum KGPAA Paku Alam VIII dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia adalah Raja Paku Alam menjabat sejak 1973 hingga 1989 di Yogyakarta. Paku Alam mengalami masa penjajahan Jepang dan Belanda.
Ketiga, almarhum dr. R. Rubini Natawisastra dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Warga Kalbar sangat familiar dengan sosok dokter ini karena namanya diabadikan sebagai salah satu rumah sakit daerah di Kabupaten Mempawah. Walau lahir di Bandung, Rubini mendapat penugasan di Kalbar. Sayangnya, dia meninggal karena hukuman mati oleh Jepang.
Tokoh keempat, almarhum H. Salahuddin bin Talabuddin dari Provinsi Maluku Utara. Tokoh ini pernah dipenjara oleh Belanda di Boven Digul. Belanda mengeksekusi mati Salahuddin karena dianggap melakukan makar karena mendirikan organisasi Sarikat Islam Jamiatul Iman wal Islam.
Tokoh terakhir mendapat gelar pahlawan adalah almarhum K. H. Ahmad Sanusi dari Provinsi Jawa Barat. Dia merupakan tokoh pejuang dari Sukabumi salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Penyerahan penghargaan yang dilakukan dalam rangka Hari Pahlawan tahun 2022 tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 7 November 2022. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TK/Tahun 2022 yang ditetapkan pada tanggal 3 November 2022.