“Semua peserta punya pekerjaan tetap, jadi latihan dilakukan malam hari atau setelah pulang kantor. Kami bukan penari profesional, tapi punya semangat yang sama: ingin mempromosikan kebaya Indonesia dan menari di hadapan Paus,” ujarnya.
Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat, Dunia Kenang Jam Tangan Murah Kesayangannya
Momen tampil di Vatikan menjadi pengalaman spiritual tersendiri bagi seluruh anggota komunitas.
Yanti mengaku deg-degan menghadapi kesempatan langka itu.
“Saya saja yang muslim rasanya bergetar, apalagi teman-teman yang Katolik. Menari di depan Bapa Paus itu kesempatan seumur hidup,” tuturnya dengan senyum haru.
Tentang Komunitas Kebaya Menari
Komunitas Kebaya Menari berdiri pada 4 Desember 2019, didirikan oleh empat sahabat: Yanti Moeljono, Ade Nirmala, Berty Singgih, dan Dian Chieq.
Tujuannya sederhana: menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap kebaya dengan cara yang menyenangkan — menari.
“Kami memilih menari karena membuat kebaya terlihat hidup dan dinamis. Dari situ orang jadi penasaran dan mau belajar tentang kebaya dan budaya Indonesia,” kata Yanti.
Menariknya, latihan pertama mereka pada 4 Desember 2019 di Sarinah bertepatan dengan tanggal penetapan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Baca Juga: Kesederhanaan Mendiang Paus Fransiskus Terpancar dari Jam Tangan Seharga Rp800 Ribuan
Kini, komunitas tersebut rutin menggelar kelas menari berkebaya secara gratis dan terbuka untuk lintas usia serta lintas iman.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kebaya milik semua perempuan Indonesia, dari mana pun latar belakangnya. Seperti kimono di Jepang, hanbok di Korea, atau sari di India — kebaya harus dihidupkan kembali di negeri sendiri,” tegas Yanti.
Dalam usianya yang hampir lima tahun, Komunitas Kebaya Menari telah tampil di berbagai ajang nasional dan internasional, dengan semangat memperkenalkan budaya Indonesia melalui gerak, warna, dan harmoni.
Kini, langkah kaki mereka akan menapak ke jantung dunia Katolik, Vatikan — membawa pesan persahabatan, keberagaman, dan keindahan budaya Nusantara di hadapan Paus Fransiskus.***
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Resmi Tampil di Instagram, Akun @pontifex Perkenalkan Pemimpin Baru Gereja Katolik
Uskup Christophorus Tri Harsono Ditunjuk Paus Leo XIV Jadi Anggota Dikasteri untuk Dialog Antaragama
Paus Leo XIV Umumkan Sejumlah Penunjukan Baru, Termasuk Uskup Christophorus Tri Harsono dan Konsultan Ekumenis Internasional
Resmi! Paus Leo XIV Tunjuk Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap Jadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Terima Pengunduran Mgr Agustinus Agus
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata, Pembebasan Sandera, dan Penghormatan Hukum Humaniter di Gaza
Paus Leo XIV Terima 200 WNI di Vatikan, Tegaskan Indonesia Teladan Harmoni